BATAM -
Curah hujan yang meningkat beberapa hari ini, dan disertai dengan
air pasang tinggi di wilayah Provinsi Kepri, termasuk Kota Batam. Harus diwaspadai masyarakat.
(Baca juga: Dihantam Angin Kencang Disertai Hujan Lebat, Kapal Tongkang Terjang 5 Rumah di Batam )Tim tanggap
bencana Polda Kepri , juga telah disiagakan melalui pergelaran SAR oleh Ditpolairud
Polda Kepri , dan Sat Brimob
Polda Kepri . Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas
Polda Kepri , Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi Dir Polairud
Polda Kepri , Kombes Pol Gieuseppe Reinhard Gultom, Sabtu (2/1/2021).
"Jadi, sebelumnya pada tangal 6 November 2020 yang lalu
Polda Kepri telah menggelar apel kesiapan penanganan
bencana alam di wilayah hukum
Polda Kepri , pada kesempatan tersebut juga digelar kesiapan personel, kendaraan serta alat keselamatan yang akan digunakan untuk penanggulangan
bencana ," ujar Harry Goldenhardt.
Dia menjelaskan, dalam beberapa hari ini
Polda Kepri siap menerjunkan tim SAR di beberapa wilayah di Kota Batam, yang terdampak
bencana banjir. Di antaranya di wilayah perumahan Sungai Harapan, Tanjung Riau, Bengkong Nusantara, dan Batam Center.
(Baca juga: Arus Balik Libur Nataru Dari Sumatera Menuju Jawa Mulai Naik, Diprediksi Hari Ini Puncaknya )Di lokasi
bencana tersebut, tim SAR memberikan imbauan untuk mematikan listrik dan membantu mengevakuasi masyarakat serta barang-barangnya. "Kegiatan ini akan terus dilakukan di tempat lain yang masuk dalam kategori rawan terjadi bencana," ungkapnya.
Harry menjelaskan, di samping langsung terjun ke wilayah yang terdampak
bencana banjir, tim tanggap bencana
Polda Kepri yang terdiri dari tim SAR Dit Polairud
Polda Kepri , dan Sat Brimob
Polda Kepri , juga disiagakan dalam tugas.
(Baca juga: Sulawesi Utara Terima 23 Ribu Dosis Vaksin COVID-19, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas )Tim ini memiliki kemampuan untuk melakukan pencarian orang hilang akibat
bencana banjir. maupun akibat
bencana air pasang tinggi. "Tim kita siagakan untuk mencari orang hilang, namun harapan kita semua masyarakat waspada dan hal tersebut tidak terjadi," harapnya.
(eyt)