TANGERANG - Kepergian Okky Bisma, salah seorang
penumpang Sriwijaya Air SJ-182 ini dirasakan begitu cepat. Padahal, rumah tangganyabarusaja dibangun.
Hal inilah yang tengah dirasakan Aldharefa, istri almarhum Okky. Bantuan tunai Rp50 juta dari pihak
Jasa Raharja pun tidak mampu membuatnya tersenyum. Dari balik masker dan kerudungnya, Aldharefa tampak terpukul.
"Istri almarhum masih syok banget," kata Ardi, salah seorang petugas Jasa Raharja Tangerang kepada
SINDOnews di rumah duka, Cluster Terrace, Blok L-07, Jaya Imperial Park, Jalan Raya Mauk, KM11, Sepatan, Selasa (12/1/2021).
Kedatangan rekan kerja, keluarga, dan kerabat ke rumah duka, menambah pukulan akibat duka kehilangan tersebut. (
Baca juga:
Kisah 2 Teknisi Telekomunikasi Penumpang Sriwijaya Air yang Selamat dari Maut )
"Merekabarumenikah, karena KTP korban dan istrinya masih terpasang alamat lama. Korban alamatnya masih di Jakarta Timur, dan istrinya masih di Malang. Sepertinya mereka hanya tinggal berdua di rumah ini," jelasnya.
Jangankan berbagi duka kepada wartawan, kepada petugas Jasa Raharja yang datang saja, Aldharefa sulit berucap. Mulutnya seakan terkunci untuk membicarakan semua kenangan indah bersama suami tercinta.
Bahkan, bagian tubuh almarhum yang berhasil teridentifikasi oleh DVI Polri, masih belum diambil dan dimakamkan. (
Baca juga:
Avsec Selidiki Dugaan 2 Penumpang Sriwijaya Air SJ1812 Pakai KTP Palsu )
(mhd)