VIENTIANE - Partai Komunis
Laos pada Jumat (15/1/2021) menunjuk Perdana Menteri (PM) Thongloun Sisoulith sebagai sekretaris jenderal (sekjen) yang baru. Dia menggantikan pemimpin sebelumnya, Bounnhang Vorachit.
Penunjukan pemimpin baru partai tersebut dilaporkan media pemerintah saat partai yang berkuasa lama itu menyelesaikan kongres tiga harinya.
Thongloun, 75, terpilih untuk masa jabatan lima tahun sebagai kepala Komite Sentral Partai Revolusi Rakyat Laos—jabatan teratas di negara itu.
Baca juga: Kisah Wanita Yahudi Haredi Mengajar Seks Oral di Israel Kongres partai juga memilih 13 anggota Politbiro, badan politik tertinggi Laos, dan 71 anggota Komite Sentral partai.
Thongloun, seperti dikutip
Vientiane Times, mengambil alih kendali kekuasaan karena negara Asia Tenggara yang terkurung daratan itu menghadapi tantangan dari potensi gagal bayar utang dan dampak global pandemi virus corona baru terhadap ekonomi rapuh senilai USD18 miliar.
Pada Kamis, Thongloun menguraikan rencana sosial ekonomi lima tahun baru yang menargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar empat persen hingga 2025 dan bertujuan untuk mencapai pendapatan per kapita rata-rata tahunan sebesar USD2.887 pada tahun 2025.
Data Bank Dunia menyebutkan negara berpenduduk lebih dari 7 juta orang ini memiliki pendapatan per kapita saat ini lebih dari USD 2.500.
Sebagai perdana menteri sejak 2016 dan mantan menteri luar negeri, Thongloun telah menjadi wajah negara itu di acara dan KTT internasional, termasuk memberikan pidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dia adalah veteran dari pengawal lama partai tersebut, yang pertama kali berkuasa setelah pejuang komunis mengalahkan pemerintah yang didukung Barat untuk membentuk Republik Demokratik Rakyat Laos pada tahun 1975.
Baca juga: Anggota DPR AS Ancam Makzulkan Biden di Hari Pertama Jadi Presiden Partai yang sama telah berkuasa sejak saat itu, dan Laos secara tradisional mencerminkan sistem politik tetangganya Vietnam, meskipun pengaruh China telah tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.
(min)