PALOPO - Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, mengirim 20 relawan kemanusiaan ke Mamuju, dan Majene, Sulawesi Barat, guna membantu para
korban gempa di sana. Selain relawan, Pemkot Palopo, juga mengirim bantuan logistik dan peralatan medis yang akan digunakan dalam keadaan darurat.
Baca juga: Jalan Penghubung Majene dan Mamuju Kembali Bisa Dilewati Rombongan ini dilepas langsung Wali Kota Palopo, Judas Amir, beberapa waktu lalu di halaman Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota. Judas Amir, berpesan agar mereka yang berangkat dengan niat dan perasaan yang tulus untuk
menolong sesama ini dapat di Rahmati oleh Allah SWT.
"Saya minta tim yang berangkat agar tertib agar tidak menimbulkan segala macam hal, wajib menjaga nama baik masyarakat dan Kota Palopo," pesannya.
"Dan segala hal yang akan dilakukan bersama harus koordinasi dengan tim dan juga selalu koordinasi baik dengan tim disana karena ada dua tempat terpisah yaitu Mamuju dan Majene," lanjutnya.
Adapun personil yang diberangkatkan yakni dari Pemadam Kebakaran (Damkar) sebanyak
12 orang dan PSC 119 JA sebanyak delapan orang. "Ini upaya dilakukan oleh Pemkot Palopo, yang di dorong oleh rasa kemanusiaan untuk membantu keluarga kita. Semoga dengan kedatangan tim dari Kota Palopo, ke sana dapat mengurangi rasa sedih, rasa duka masyarakat di Sulawesi Barat," katanya.
Baca juga: Tewas Ditembak Saat Bawa Rokok Ilegal, Keluarga Haji Permata Lapor ke Polda Bersama rombongan, Pemkot Palopo juga menyiapkan satu unit mobil untuk mengantar jenazah salah seorang murid dari SMP 2 Kota Palopo, yang menjadi
korban gempa di Sulawesi Barat untuk dimakamkan.
Untuk diketahui, gempa susulan yang terjadi Jumat (15/1/2021) diri hari di Sulbar, menelan korban satu orang siswa SMP Negeri 2 Palopo bernama, Muh. Fachrul Razi Ismail.
Almarhum tercatat sebagai siswa kelas VII F. Dikabarkan almarhum, meninggal dunia akibat terperangkap dalam reruntuhan bangunan di rumah orangtuanya yang bertugas di Majene Sulawesi Barat (Sulbar).
Baca juga: Asyik Berkerumun Nikmati Tuak, 14 Pria dan 1 Perempuan Digelandang ke Polres Musi Rawas Ibu almarhum, Hasni, menyampaikan saat kejadian, anaknya bersama sang ayah dan kakak sepupunya, sedang terlelap tidur ketika bencana itu datang di kawasan Malunda, Majene.
"Ia berangkat ke Majene, Senin (4/1/2021) lalu, cuma mau jalan-jalan karena di Palopo batal sekolah tatap muka, jadi disana (Majene) dia bisa sambil belajar daring," ujar ibundanya.
(eyt)