SURABAYA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, atau
Bank Jatim menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada 35.000 orang tenaga kerja informal atau pekerja bukan penerima upah (BPU). CSR tersebut diwujudkan dalam bentuk iuran kepesertaan
BPJamsostek , melalui program Gerakan Nasional Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran).
Baca juga: Putus Mata Rantai COVID-19, BPJamsostek Surabaya Darmo Bagikan Corona Safety Kit Program kesejahteraan tenaga kerja dan masyarakat di Jawa Timur ini meliputi dua program, yaitu
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan
Jaminan Kematian (JKM) . Dengan adanya perlindungan ini, pekerja rentan dapat bekerja dengan tenang untuk meningkatkan taraf hidup mereka dan mencapai kesejahteraan.
Direktur Keuangan Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, Bank Jatim adalah perusahaan milik Pemprov Jawa Timur, maupun kabupaten dan kota. Melalui GN Lingkaran itu pihaknya ingin memberikan kontribusi sesuai misi Bank Jatim, yakni mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. "Otomatis teman-teman pekerja ini harus ditangani," katanya usai menyerahkan secara simbolis kartu kepesertaan
BPJamsostek , Selasa (9/2/2021).
Setiap tahun, lanjutnya, CSR berupa perlindungan tersebut terus meningkat. Pada tahun 2019 ada sebanyak 13.000 orang terlindungi dan tahun 2020 sebesar 35.000 orang "Setiap tahun kami akan terus berkontribusi. Karena ini termasuk programnya Ibu Gubernur Khofifah yaitu Nawa Bhakti Satya, salah satunya yaitu program sosial," tegasnya.
Baca juga: Pasuruan Gempar, Sedang Melaju di Depan Pasar Tiba-tiba Motor Matik Terbakar Hebat Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kepesertaan
BPJamsostek , E.Ilyas Lubis menjelaskan, bahwa GN Lingkaran merupakan program perlindungan bantuan kepada kelompok masyarakat yang masuk ke dalam pekerja rentan, agar mereka dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan
BPJamsostek .
GN Lingkaran membayarkan iuran para pekerja bukan penerima upah (BPU) yang belum mampu untuk menjadi peserta
BPJamsostek secara mandiri karena keterbatasan penghasilan seperti petani, nelayan, pedagang kecil, pemulung, tukang ojek, dan lain lain.
"
Program GN Lingkaran merupakan sebuah inovasi sosial yang ditujukan untuk membantu perlindungan pekerja rentan melalui donasi pembayaran iuran jaminan sosial ketenagakerjaan dari dana CSR perusahaan-perusahaan baik swasta, BUMN/BUMD ataupun sumbangan masyarakat secara individual," kata ilyas.
Baca juga: Celana Istri Muda Robek Saat Suami Rebut Kunci Kamar Kos dan Paksa Bersetubuh Sementara itu Deputi Direktur Wilayah Jawa Timur, Deny Yusyulian menambahkan, pekerja rentan sebagian besar merupakan pekerja informal dengan penghasilan harian yang hanya cukup untuk membiayai kebutuhan hidupnya saja. Untuk itu, dengan adanya
GN Lingkaran ini bisa membantu pekerja rentan untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan
"Semakin banyak perusahaan yang menyalurkan dana CSR mereka dalam bentuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, maka perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja di Indonesia dapat segera terwujud," tururnya.
Baca juga: Memilukan, Seorang Ayah di Delitua Tega Setubuhi Anak Kandung Hingga Hamil 2 Bulan Deny mengungkapkan, pencapaian kinerja pada tahun 2020 kemarin, untuk kepesertaan sebanyak 3.104.623 pekerja aktif, realisasi total kepesertaan aktif tahun 2020 itu meliputi pekerja sektor penerima upah (PU) 2.115.381 pekerja, sektor bukan penerima upah (BPU) 237.385 pekerja, sektor jasa konstruksi (Jakon) 751.857 pekerja. "Sedangkan untuk kepesertaan perusahaan atau Badan Usaha (BU) tahun 2020 sebanyak 89.749 BU, meningkat dibanding tahun 2019 yang tercatat 81.612 BU," pungkasnya.
(eyt)