JAKARTA - Ada banyak alasan mengapa
sariawan muncul. Misalnya setelah menggigit bagian dalam pipi, intoleransi makanan atau alergi, serta pasta gigi mengiritasi mulut. Rasa lelah, stres atau cemas juga bisa menyebabkan terbentuknya sariawan.
Baca juga: Enggak Perlu Nangis, Redakan Sariawan dengan Bahan Rumahan Berikut Ini Seperti halnya gigi palsu yang dipasang dengan buruk, tambalan kasar atau gigi tajam, luka di dalam mulut bisa menyebabkan sariawan juga. Sariawan juga bisa dipicu oleh perubahan hormonal, genetik, penyakit radang usus atau kekurangan
vitamin B12 .
Orang bahkan bisa mengalami sariawan setelah berhenti merokok atau minum obat, seperti NSAID. Anda bisa membiarkannya sembuh sendiri, tetapi juga bisa memakan waktu berminggu-minggu. Sariawan bisa diobati dengan menggunakan
madu Manuka, yang telah didukung oleh bukti penelitian.
Menukil
Daily Express, sebuah makalah penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine menilai seberapa efektif madu sebagai pengobatan topikal untuk bisul.
Para peneliti mendaftarkan 94 peserta yang menderita setidaknya satu sariawan yang menyakitkan. Sebagai perbandingan, metode pengobatan lain yang digunakan termasuk orabasel atau pengobatan untuk sariawan dan kortikosteroid topikal.
Para peneliti mencatat ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok madu dan dua kelompok lainnya. Perbedaan yang diamati adalah dalam hal pengurangan ukuran sariawan, nyeri, dan derajat eritema yaitu kemerahan.
Semua metode pengobatan tidak menghasilkan efek samping yang dilaporkan. Hasilnya ditemukan, madu efektif dan aman dalam mengurangi nyeri sariawan ringan, ukuran, dan eritema.
WebMD menyatakan bahwa madu Manuka memiliki kualitas antibakteri alami dan memiliki sifat anti-inflamasi. Hal ini memungkinkan pengobatan alami untuk mengurangi rasa sakit yang terkait dengan kondisi tersebut.
Baca juga: Waspada Covid Tongue, Gejala Covid-19 yang Menyerupai Sariawan Lebih lanjut, manfaat penyembuhan luka dari madu Manuka telah banyak dilaporkan. Dikatakan bahwa hal itu dapat meningkatkan produksi sel khusus yang dapat memperbaiki jaringan yang rusak akibat infeksi.
(nug)