floating-Warga Sedesa di Tuban...
Warga Sedesa di Tuban Borong Mobil Baru, Ini Kegembiraan Wantono Dapat Rp24 Miliar
Warga Sedesa di Tuban...
Warga Sedesa di Tuban Borong Mobil Baru, Ini Kegembiraan Wantono Dapat Rp24 Miliar
Rabu, 17 Februari 2021 - 10:29 WIB
TUBAN - Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjelma menjadi kampung miliarder . Desa tersebut viral setelah arganya yang semula bertani, kini bisa memborong mobil baru seharga ratusan juta rupiah.

Banyaknya warga desa yang kaya mendadak ini tak lepas dari hadirnya industri kilang minyak yang akan berdiri di desa tersebut. Mereka mendadak kaya setelah menerima pembayaran ganti rugi lahan proyek Pertamina tersebut. Rata-rata mereka menerima Rp4 miliar. Paling tinggi Rp26 miliar.

Baca juga: Warga Sedesa di Tuban Borong Mobil, Diler Dapat Berkah Mendadak

Kini, warga bergelimang harta miliaran rupiah. Selain untuk memborong mobil, uang hasil ganti rugi tersebut dipergunakan renovasi rumah maupun untuk membeli lahan baru lagi.

Sekarang, jika ada mobil baru datang dari dealer sudah menjadi pemandangan biasa. Bahkan, pemandangan itu terlihat sehari-hari di jalan masuk desa tersebut. Mobil baru dikirim dari dealer di Tuban maupun Kota Surabaya.

Kampung miliarder ini bukan tanpa alasan. Pembebasan lahan untuk proyek pembangunan kilang minyak New Grass Root Refinery and Petrochemical (NGRR) itu digunakan untuk membeli mobil baru seharga ratusan juta, serta membeli tanah maupun investasi lain.

Sedikitnya, 225 warga yang awalnya petani, kini menjadi orang kaya baru setelah menerima pembayaran ganti rugi. Warga menerima lahan miliknya dibebaskan untuk kepentingan proyek nasional.

Kepada Desa Sumurgeneng, Giatno mengakui, uang ganti rugi tersebut oleh warga dipergunakan untuk banyak hal. Selain membeli mobil baru seharga ratusan juta, juga untuk merenovasi rumah dan mencari lahan baru. "Uang ganti rugi untuk rehab rumah, beli mobil dan investasi," kata Gianto.

Salah satu warga yang awalnya menolak berdirinya kilang minyak, kini mendadak jadi miliarder. Dia mengaku uang yang didapat dari ganti rugi pembebasan lahan dipergunakan untuk membeli mobil baru dan membeli tanah serta investasi lainnya.

"Selain itu, uang hasil ganti rugi juga dipergunakan untuk usaha, agar dapat digunakan hasilnya di kemudian hari," ujar salah satu warga, Wantono yang mendapat ganti rugi sebesar Rp24 miliar.

Dia juga berharap setelah kilang berdiri, warga tidak ketinggalan dan dapat kesempatan bekerja di sana.

Menurut Wartono, mayoritas lahan yang dibebaskan merupakan ladang. Apresial mematok harga cukup tinggi, yaitu Rp600 ribu sampai Rp800 ribu per meter, bergantung lokasinya. "Dengan demikian, warga bisa menerima uang pembebasan hingga miliaran rupiah," imbuhnya.
(msd)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter