SLEMAN - Kasus
COVID-19 di
Sleman terus menunjukkan angka positif bahkan diklaim terus menurun. Indikatornya, dari 17 kapenewonan kini tersisa Kalasan yang masih berstatus
zona merah COVID-19 , sementarasembilan lainnya zona orange dan tujuh zona kuning.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, secara umum kasus
COVID-19 di Sleman terus menurun.Awal Januari 2021 untuk Kapenewonan merata zona merah, namun mulai bertahapmanjadi orange dan kuning dan pada akhir Februari 2021.
Baca juga: Masuk Zona Merah, Pemkab Bekasi Tutup Tempat Ibadah di RT dan RW
“Tinggal satu yang zona merah, yaitu Kalasan, lainnya orange dan kuning. Saat ini Sleman masuk kategori zona orange,” kata Joko, Selasa (23/2/2021).
Joko menjelaskan dari hasil observasi,zona merah di Kapanewon Kalasan disebabkan oleh klaster karyawan. Di mana para karyawan yang bertempat tinggal di kos atau asrama menularkan kepada penghuni kos lainnya. “Saat ini di Kapanewon Kalasan terdapat 118 kasus aktif
COVID-19 . Semua kasus merupakan klaster karyawan,” paparnya.
Baca juga: 125 Santri Ponpes Persis 67 Benda Tasikmalaya Dipulangkan Setelah Jalani Isolasi Dia menambahkan pasien
COVID-19 di Kapanewon Kalasan, sebagian memilih melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya dan sebagian lainnya, memilih isolasi di fasilitas kesehatan
COVID-19 di Asrama Haji DIY, yang merupakan shelter bagi pasien
COVID-19 yang disediakan oleh Pemkab Sleman.
Secara akumulatif kasus
COVID-19 di Sleman, hingga Selasa (23/2/2021) pukul 18.00 WIB terkonfirmasitercatat ada9.793 kasus. Rinciannya dirawat 982 orang, sembuh 8.549 orang, meninggal dunia 262 orang. “Dari jumlah itu bergejala 4.406 orang dan tanpa bergejala 5.387 orang,” pungkasnya.
(nic)