floating-Bernilai Tinggi, KKP...
Bernilai Tinggi, KKP Fokus Ekspor Udang, Lobster dan Rumput Laut
Bernilai Tinggi, KKP...
Bernilai Tinggi, KKP Fokus Ekspor Udang, Lobster dan Rumput Laut
Rabu, 03 Maret 2021 - 18:35 WIB
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) fokus mendorong ekspor komoditas kelautan dan perikanan yang bernilai ekonomi tinggi. Komoditas-komoditas bernilai ekonomi tinggi tersebut akan terus dikembangkan melalui peningkatan budidaya.

"KKP fokus pada produk ekspor komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi, yaitu udang, lobster dan rumput laut," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono seperti dikutip dari iNews.id, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga: Tolak Percepat Izin Ekspor Benur, Dirjen Perikanan Tangkap KKP Dilaporkan ke Edhy Prabowo

Menurut Menteri Sakti, komoditas udang dipilih menjadi prioritas karena ekspor tahun lalu cukup tinggi. Volume ekspor udang pada 2020 tercatat mencapai 239.227 ton dengan nilai USD2,04 miliar atau sekitar Rp28,56 triliun.

Untuk peningkatan produksi dan ekspor udang, kata Trenggono, KKP akan memfasilitasi pengembangan shrimp estate yakni sistem budidaya dengan skala intensif,dengan target produksi berkisar 40 ton per hektare dalam setahun.

Dia menambahkan, selain udang, lobster juga sangat potensial untuk dikembangkan. Pada tahun lalu volume ekspornya tercatat mencapai 2.022 ton dengan nilai USD75,25 juta.

"Lobster dikembangkan melalui korporasi budi daya yang diharapkan dampaknya dapat menyentuh masyarakat. Salah satu strateginya adalah membuat suatu model kawasan budidaya lobster," jelasnya.

Baca Juga: Curhat Susi Pudjiastuti ke Menteri KKP: Nelayan Susah Dapat Lobster Besar

Selanjutnya adalah komoditas rumput laut. Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua setelah China dengan volume ekspor sepanjang tahun lalu mencapai 195.574 ton dengan nilai mencapai USD279,58 juta.

Menteri Sakti mengatakan, KKP terus mengupayakan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat dengan menggalakkan penggunaan bibit kultur jaringan, pembangunan kebun bibit, penyaluran penjemuran rumput laut, dan penyediaan gudang rumput laut yang menerapkan Sistem Resi Gudang.

Sementara dari aspek hilir, lanjutnya, akan dibangun pabrik pengolahan rumput laut. Langkah itu diharapkan dapat mendorong ekspor produk turunan rumput laut.
(fai)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal