JAKARTA - Presiden Joko Widodo (
Jokowi ) meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengerahkan alat berat ke lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi
Nusa Tenggara Timur (NTT) dan
Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Untuk melancarkan evakuasi, pencarian dan penyelematan korban saya minta kepada Menteri PUPR untuk mengerahkan alat-alat berat dari berbagai tempat," ujarnya saat rapat terbatas secara virtual, Selasa (6/4/2021).
Kepala Negara juga meminta jajarannya yang terlibat dalam penanganan musibah ini untuk membuka jalur laut dan udara, karena jalur darat masih sulit untuk bisa dilalui.
Baca juga: NTT Diterjang Badai Siklon Tropis Seroja, PLN Perbaiki 359 Gardu Listrik Pembukaan jalur laut dan udara sangat penting untuk mempercepat proses penanganan bencana, serta distribusi logistik dan lainnya. "Jika jalur darat masih sulit ditembus, saya minta juga diperepat pembukaan akses melalui laut dan udara," tuturnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur, Minggu 4 April 2021.
Baca juga: Jokowi Sebut NTT dan NTB Alami Dampak Siklon Tropis Seroja Paling Besar Banjir bandang tersebut akibat cuaca ekstrem dari siklon tropis seroja. Dimana 8 wilayah administrasi kabupaten dan kota yang terdampak antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, dan Alor.
Selain itu, total korban dilaporkan hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21. BNPB juga mencatat sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak bencana banjir bandang di NTT.
Banjir bandang juga melanda NTB. Puluhan ribu orang terdampak musibah ini dan beberapa di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
(zik)