MAKASSAR - Direktorat Lalu Lintas
Polda Sulawesi Selatan , menggencarkan sosialisasi pelarangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah. Sosialisasi dilakukan dengan turun langsung ke titik jalan protokol, serta memasifkan imbauan kebijakan pemerintah ini.
Direktur Lalu Lintas
Polda Sulsel , Kombes Pol Frans Sentoe mengaku, pihaknya sejak dua pekan terakhir menggelar sosialisasi ke pengguna jalan-jalan di kota Makassar. Dia bilang sosialisasi pertama kali dilakukan pada 12 April.
Baca Juga: Santri Diminta Dikecualikan dari Larangan Mudik, Ini Kata Pengamat "Sementara ini kita gencarkan sosialisasi ke masyarakat khususnya pengguna jalan, pengendara di beberapa titik jalan, seperti perempatan
fly over, AP Pettarani-Urip Sumoharjo. Anggota juga membagikan takjil kepada masyarakat," jelas Frans, Minggu (25/4/2021).
Selain itu, Frans mengungkapkan sosialisasi juga dilakukan di sosial media dan beberapa alat peraga, seperti spanduk di jalan-jalan telah disebar oleh jajarannya. "Juga ke media massa, brosur-brosur," imbuh Perwira menengah
Polri tiga bunga ini.
Dia menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kebijakan pemerintah yang dimulai 24 April. Namun Frans mengaku masih menunggu instruksi pusat terkait sanksi jika ditemukan masyarakat yang melanggar.
"Kita lihat dulu regulasinya seperti apa, apakah tanggal 24 April itu hanya berlaku di Jawa atau juga di Sulsel," tuturnya.
Dia menambahkan sosialisasi pelarangan mudik, dirangkaikan dengan
Operasi Keselamatan , sebelum nantinya akan digelar
Operasi Ketupat . "Tujuannya untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif jelang lebaran," paparnya.
Baca Juga: Larangan Mudik 2021: Kalau Kesehatan Tidak Terlindungi, Bagaimana Bicara Ekonomi Namun Frans menyebut Operasi Ketupat nantinya lebih kepada pendekatan preemtif, preventif dan humanis. "Kita banyak lakukan edukasi kepada masyarakat," jelasnya.
Dia melanjutkan terkait pelarangan mudik sampai 17 Mei mendatang. Pihaknya telah membangun pos-pos penyekatan sesuai instruksi dari Kementerian Perhubungan RI.
"Di Sulsel nanti
operasinya tanggal 6, iya penyekatan. Semuanya masih dipersiapkan, termasuk jumlah anggota yang dilibatkan. Penyekatan di wilayah aglomerasi itu empat, yaitu Makassar, Maros, Gowa dan Takalar," tukas Frans.
(agn)