MAKASSAR - Tim Densus 88
Mabes Polri dibantu PoldaSulselterus mengembangkan kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar yang diduga dilakukan kelompok teroris
Jemaah Ansharut Daulah (JAD) . Hingga kini 43 orang terduga teroris diamankan dan ditangkap.
Kabid Humas
Polda Sulsel , Kombes Pol E Zulpan mengatakan, teranyar tim gabungan mengamankan tujuh orang pria di Kota Makassar. Dia menyebut penangkapan dilakukan di wilayah Kecamatan Panakkukang, Rappocini, dan Manggala pada Minggu 25 April 2021.
Baca juga: Cegah Teror, Mahfud MD Minta Tokoh Agama Tata Kesadaran Masyarakat Adapun yang diamankan masing-masing berinisial S (28), HM (39), R (27), RD (21), RH (44), M (39) dan DGL (51). Zulpan mengatakan umumnya mereka merupakan warga Kecamatan Manggala yang bekerja sebagai pegawai swasta di Makassar.Ketujuhnya di kediaman masing-masing bersama barang bukti, antara lain handphone.
"Ada benda-benda lain yang hari ini belum bisa kita ekspose. Karena masih dalam rangka pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya, Senin (26/4).
Perwira menengah
Polri tiga bunga ini menyebut, ketujuhnya diduga terlibat dan mengetahui aksi
bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri, L dan YSF. Kendati begitu, dia belum merinci keterlibatannya. Pun demikian dengan puluhan orang yang diamankan sebelumnya.
Baca juga: Mensos Risma Jenguk Korban Bom Bunuh Diri di Makassar dan Beri Santunan Dia bilang mereka masih berstatus terperiksa, sesuai UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Terorisme, dimana kewenangan penuh ada di tangan penyidik
Densus 88 . Ketujuh orang itu kini berada di
Mapolda Sulsel guna menjalani pemeriksaan lanjutan.
"Ada keterkaitan dan peran dengan kejadian
bom bunuh diri yang kita tangkap, tapi saya belum bisa merinci satu persatu. Apalagi yang tangkapan terbaru ini. Karena semuanya masih dalam pemeriksaan Densus. Nanti kalau sudah selesai pemeriksaan akan disampaikan," tukasnya.
Baca juga: Densus 88 Amankan 1 Pegawai BUMN yang Diduga Terlibat Jaringan JAD Pemeriksaan kata Zulpan memakan waktu 21 hari. Pengembangan dibutuhkan untuk mendalami kelompok terduga teroris yang diyakini berafiliasi dengan ISIS."Karena tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain lagi, akan kita kembangkan dari keterangan tujuh orang ini," paparnya.
Mantan Analis Kebijakan Madya Bidang Kamsel Korlantas
Polri ini menjelaskan dari 43 orang yang diamankan petugas gabungan, 2 di antaranya merupakan perempuan. Puluhan orang itu katanya, rerata masing tergolongan anak muda.
(luq)