MOROWALI - Sebanyak 5.334
tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah telah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek. Data ini dipaparkan di hadapan anggota Komisi IX DPR RI yang kunjungan kerja pengawasan tenaga kerja asing di Morowali, Jumat (28/5).
Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Sulawesi Maluku, Arief Budiarto, menyampaikan, total
pekerja asing peserta BPJamsostek di Sulawesi Tengah sebanyak 5.512 orang, 5.343 di antaranya berada di Kabupaten Morowali.
Baca juga:Ratusan Ribu PMI di Malaysia Tak Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan “Dari data Disnakertrans Sulawesi Tengah potensi
TKA di Sulawesi Tengah sekitar 6.784. 81% dari jumlah tersebut atau sebanyak 5.512
TKA telah terdaftar sebagai peserta BPJamsotek,” ungkap Arief Budiarto dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Arief Budiarto melanjutkan, landasan hukum keikutsertaan
TKA dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan tertuang dalam Pasal 14 UU No 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Dalam UU tersebut, disebutkan bahwa setiap orang, termasuk
orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, wajib menjadi Peserta program Jaminan Sosial.
Baca juga:Bank Mandiri Permudah PMI di Malaysia Bayar Iuran Jamsostek Ini artinya, BPJS Ketenagakerjaan wajib bagi
TKA . Segala ketentuan tentang tata cara pendaftaran dan aturan lainnya soal BPJS Ketenagakerjaan berlaku pula bagi
TKA yang bekerja di Indonesia.
“Untuk mempermudah sosialisasi kepada para
TKA kami telah melakukan beberapa hal seperti menyediakan brosur informasi tentang persyaratan klaim jaminan hari tua (JHT) bagi
TKA dalam 3 bahasa yaitu Indonesia-Inggris-Mandarin maupun formulir pengajuan pembayaran JHT juga kami buat dalam 2 bahasa,” ujar Arief.
Komisi IX DPR RI mengapresiasi kinerja BPJamsostek di Sulawesi Tengah karena adanya peraturan daerah yang mengatur terkait kepesertaan BPJamsostek seperti Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah maupun Peraturan Bupati Morowali.
Baca juga:Dugaan Data BPJS Kesehatan Dibobol Bikin BP Jamsostek Harus Hati-hati “Mendengarkan paparan dari BPJS Ketenagakerjaan, daerah Morowali ini potensial. Jadi mohon dikembangkan dengan dukungan dari semua pihak," kataEmanuel Melkiades Laka Lena, anggota Fraksi Golkar dari Dapil NTT II.
Kunjungan kerja DPR RI di Morowali ini dipimpin oleh Ketua Tim Emanuel Melkiades Laka Lena, anggota Fraksi Golkar dari Dapil NTT II. Hadir dalam kegiatan ini Bupati Morowali, Ketua DPRD Morowali, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Banggai Sulawesi Tengah dan Direksi PT Indonesia Morowali Industrial Park.
(luq)