CIANJUR - Siang yang terik, di bawah tatapan mata mentari yang tajam di musim kemarau. Ani Sumarni dengan tenang melajukan motornya di antara jalan berdebu. Parasnya yang
cantik , tak sedikitpun tergores oleh debu nakal jalanan.
Baca juga: Masyarakat Miskin dan Orang dengan Gangguan Jiwa Masuk Prioritas Vaksinasi Tahap 3 Sesampainya di sebuah warung, laju motornya terhenti. Dengan cekatan dia memesan beberapa kotak makanan. Tangannya yang lembut menyambut
nasi kotak itu dengan penuh semangat.
Usai meletakkan
nasi kotak di gantungan sepeda motornya, wanita cantik yang akrab disapa Ani ini kembali melaju menembus padatnya jalanan Cianjur. Dia keliling mengitari beberapa titik jalan.
Baca juga: 1 Mobil Terjun ke Danau Toba Akibat Kerusakan Pintu Kapal, Begini Kepanikannya Sesampainya di salah satu titik, dia turun dari motornya mengambil satu kotak makanan. dengan tenang,
ibu cantik yang sudah 10 tahun ini menjadi guru honorer di SD Negeri Bunikasih 2 tersebut, menyapa seorang yang sedang asyik tidur di tepian got.
Dengan penuh kasih sayang, dia sapa orang tersebut. Dikeluarkannya tisu basah dan dibersihkannya badan lelaki penderita
gangguan jiwa di tepian got itu. "Ayo ini dimakan," ujarnya dengan suara lebut penuh kasih sayang.
Baca juga: Ditemukan Setengah Telanjang dan Penuh Luka, Janda Nuraini Mengalami Kekerasan Seksual? Usai memberikan makan, dan
Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) itu penuh riang melahap makanannya, Ani kembali bergerak menyusuri jalanan berdebu. Sesampainya di tepian jalan yang melintasi area persawahan, Ani bertemu dengan dua
ODGJ yang sedang duduk di pinggir jalan.
Dua kotak nasi kembali dikeluarkannya. Dengan telaten, Ani menyuapi salah satu perempuan
ODGJ tersebut. Belaian kasih sayang ini, biasa dilakukan sang guru honorer usai menjalankan tugasnya sebagai pengajar. Bukan hanya makanan, dia juga memberikan pakaian untuk para
ODGJ tersebut.
Ibu berusia 29 tahun yang telah memiliki satu putra tersebut, tak merasa malu atau takut ketika bertemu, menyapa, dan berbagi makanan dengan para
ODGJ di tepi jalan. Dia bahkan pernah melepaskan
ODGJ yang sedang dipasung oleh keluarganya dan membawanya ke sebuah yayasan.
"Sudah sekitar satu tahun ini saya melakukan kegiatan berbagai untuk
ODGJ . Biasanya saya lakukan setelah selesai mengajar. Untuk membeli makanan, saya ambilkan dari sebagian honor sebagai pengajar," tuturnya.
Baca juga: Bus Peziarah Adu Banteng dengan Truk di Pantura Demak, 1 Penumpang Tewas Jiwanya sebagai manusia pendidik terpanggil, saat pulang sekolah melihat
ODGJ mengais makanan di bak sampah, dan tidak ada orang yang peduli. Wanita yang menjadi orang tunggal untuk putra semata wayangnya itu, tak pernah merasa lelah membelikan makanan dan pakaian untuk para
ODGJ .
Upayanya memuliakan sesama manusia itu, ternyata juga menyentuh kepedulian beberapa orang. Mereka akhirnya berdonasi membantu Ani untuk membelikan makanan dan pakaian bagi para
ODGJ . "Mereka manusia seperti kita, yang seharusnya juga mendapatkan hak yang sama untuk makan dan berpakaian yang layak, serta hidup sehat," ungkapnya.
(eyt)