MAKASSAR - Masjid yang dibangun Gubernur Sulsel nonaktif, HM Nurdin Abdullah (NA) di Dusun Arra, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros terpaksa dihentikan. Alasannya, bangunan telah disegel oleh KPK.
Padahal, biaya pembangunan masjid tersebut bukan hanya berasal dari uang pribadi Nurdin Abdullah. Namun, melibat sejumlah donatur, salah satunya Direktur PT Putra Jaya, Petrus Yalim.
Baca juga:Enam Bidang Tanah di Sulsel Diduga Milik Nurdin Abdullah Disita KPK Saat itu, Petrus diundang langsung pada peletakan batu pertama pembangunan masjid. Saat mau pulang, eks ajudan Nurdin Abdullah, Syamsul Bahri meminta agar Petrus dapat membantu biaya pembangunan masjid tersebut.
"Pak Nurdin tidak pernah minta bantuan. Cuma Syamsul bilang, apakah bisa dibantu? Saya bilang, bisa pak minta nomor rekeningnya," kata Petrus di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis 10 Juni pekan lalu, seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Petrus melanjutkan, Syamsul memberikan nomor rekening atas nama yayasan masjid. Petrus kemudian mentransfer uang donasi sejumlah Rp100 juta.
"Nominal donasinya inisiatif sendiri dan saya kirim ke rekening yayasan, bukan ke Pak Nurdin. Saya tidak pernah komunikasi dengan Pak Nurdin, cuman ke Pak Syamsul Bahri saja," bebernya.
Baca juga:Edy Rahmat Akui Pertemuan dengan Agung Sucipto Tanpa Sepengetahuan Nurdin Abdullah Ia mengaku, perusahaannya memang kerap memberikan donasi untuk pembangunan rumah ibadah. Bukan cuma masjid, tetapi juga untuk pembangunan gereja, kelenteng, dan lainnya. "Intinya kami mencari pahala dan ikhlas," tambahnya.
Petrus juga menyebut, pengusaha lain yang turut menjadi donatur adalah, Tiau. Jumlah donasinya pun sama Rp100 juta.
"Pak Tiau juga menyumbang Rp100 juta. Kami komunikasi. Pak Tiau tanya saya nyumbang berapa, jadi dia kasih juga Rp100 juta ke yayasan," sebut Petrus.
Baca juga:Nurdin Abdullah Kirim Surat Ucapan Ulang Tahun untuk Istri Tercinta Sementara itu, Bendahara Masjid, Aminuddin membenarkan adanya donasi yang masuk ke rekening yayasan masjid. Uang tersebutlah yang digunakan pasca peletakan batu pertama hingga saat ini.
"Iyye memang ada uang yang masuk tapi saya tidak tahu dari siapa. Dan semuanya sudah dipakai untuk bangun itu masjid," ungkapnya.
Aminuddin menyampaikan, warga di Dusun Arra, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros sangat senang dengan adanya pembangunan masjid. Pasalnya, masjid di desa tersebut cukup berjauhan dengan masyarakat setempat.
"Masyarakat di sini sangat senang sekali. Karena di sini jauh sekali dari tempat masjid lainnya yang ada di kampung ini, sekitar dua kilometer sementara kepala keluarga mencapai 250," sambung Aminuddin.
Baca juga:NA Bantah Keterangan Sari Pudjiastuti Soal Penentuan Pemenang Proyek Terpisah, Kepala Dusun Arra, Desa Tompo Bulu, Daeng Rala menambahkan, sepengetahuan dirinya belum pernah ada orang manapun yang memiliki sarana ibadah seperti masjid secara pribadi, sebab masjid sudah pasti dipakai sholat berjamaah.
"Tidak ada orang yang bisa memiliki secara pribadi itu Masjid, pasti akan dipakai dengan semua orang. Na' musolah saja pasti sholat sama orang lain juga," pungkasnya.
(luq)