SIMALUNGUN - Ada dugaan pemaksaan pembelian poster Bupati dan Wakil Bupati
Simalungun , seharga Rp300 ribu. Kondisi ini membuat sejumlah kepala sekolah resah. Reaksi keras disampaikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda
Simalungun (KNPSI), terkait dugaan pemaksaan tersebut.
Baca juga: Dilantik Jadi Wakil Bupati, Warga Simalungun Bawah Harapkan Zonny Waldy Rangkul Semua Suku DPP KNPSI meminta Bupati
Simalungun , Radiapoh H Sinaga menindak tegas oknum pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten
Simalungun , yang memaksakan pembelian poster tersebut, karena dinilai sangat memberatkan.
Ketua umum DPP KNPSI, Jan Wiserdo Saragih, kepada SINDOnews, Selasa (29/6/2021), mengatakan, pihaknya sudah menerima banyak bukti baik video dan kuitansi terkait pembelian poster Bupati
Simalungun, Radiapoh H Sinaga dan Wakil Bupati
Simalungun , Zonny Waldy dari para kepala sekolah.
Baca juga: Tangis Pecah di Medan, 2 Orang Penumpang Angkot Tewas Tertimpa Pohon "Saya berharap jika Bupati
Simalungun mengetahui oknum pejabat menjual poster bupati dan wakil bupati, tidak mendiamkannya, karena itu sama saja mengkhianati prinsip Habonaron do Bona serta janji bupati yang akan membersihkan pungli di Pemkab
Simalungun ," ujar Jan Wiserdo.
Dia menambahkan, jika bupati membiarkan pungli kecil dengan penjualan
poster bupati dan wakil bupati oleh oknum pejabat di Dinas Pendidikan, dikhawatirkan pungli di proyek-proyek besar di sejumlah dinas seperti yang diberitkan media juga benar informasinya.
Baca juga: Tangis Bahagia Carissa Tertumpah di GP Ansor, Saat Gadis Cantik Ini Mantap Masuk Islam Jan Wiserdo menambahkan pihaknya akan melaporkan resmi dugaan pungli, dengan memaksakan pembelian poster bupati dan wakil bupati oleh para kepala sekolah yang diduga dilakukan oknum pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten
Simalungun ke Aparat Penegak Hukum (APH).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten
Simalungun , Elviani Sitepu yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp (WA), terkait penjualan poster bupati dan wakil bupati yang diduga dipaksakan kepada para kepala sekolah SD dan SMP tidak bersedia menanggapi.
Sedangkan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten
Simalungun , Wasin Sinaga juga mengaku tidak mengetahui penjualan poster bupati dan wakil bupati di sekolah-sekolah. "Mohon maaf nanti saya cek dulu informasinya, belum tahu saya itu," ujar Wasin.
(eyt)