TOBA - Penjagaan ketat dilakukan aparat kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Toba di RSUD Porsea, usai insiden kaburnya pasien
COVID-19 , bernama Selamat Sianipar. Saat kabur, pasien
COVID-19 berusia 45 tahun tersebut sempat menjadi bulan-bulanan warga.
Baca juga: Toba Gempar, Melarikan Diri Dari RS dan Berulah Pasien COVID-19 Dipukuli Warga Aksi
pengeroyokan terhadap Selamat Sianipar oleh sejumlah warga Desa Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, menggemparkan warga karena videonya beredar luas di media sosial.
Selamat Sianipar diduga mengalami depresi ketika menjalani isolasi akibat
COVID-19 . Selain kabur dari rumah sakit, dia juga meludahi tangannya sendiri lalu berupaya menyentuh warga lain agar ikut terpapar
COVID-19 .
Baca juga: Julianti, Aktivis Muslimat NU yang Menyerahkan Diri Berjibaku Tangani Jenazah COVID-19 Tindakan Selamat Sianipar ini membuat warga geram, dan memukulinya dengan menggunakan alat kayu, serta mengikatnya hingga tak berkutik. Mengantisipasi adanya pasien
COVID-19 yang kabur, RSUD Porsea kini dijaga ketat aparat kepolisian dan Satpol PP.
Baca juga: Tasikmalaya Berdarah, Menantu Ditusuk Mertua di Depan Pasar hingga Ususnya Keluar Peristiwa
pemukulan oleh sejumlah warga tersebut, kini berbuntut panjang. Pihak keluarga mendesak polisi untuk segera menangkap warga yang melakukan pemukulan. "Kami ingin kasus pemukulan itu diusut tuntas, dan pelakunya ditangkap," ujar istri Selamat Sianipar, Lisbet Sitorus.
(eyt)