floating-PSBB di Surabaya, Cak...
PSBB di Surabaya, Cak Machfud Dukung Keputusan Gubernur Jatim
PSBB di Surabaya, Cak...
PSBB di Surabaya, Cak Machfud Dukung Keputusan Gubernur Jatim
Selasa, 21 April 2020 - 10:44 WIB
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan keputusan tentang akan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah.

Keputusan dari Khofifah tersebut keluar dalam rapat koordinasi Forkopimda Provinsi Jawa Timur bersama Forpimda Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo yang dilaksanakan di Gedung Grahadi, Minggu (19/4/2020). (Baca juga: Transmisi Lokal, 1 Lagi Warga Kota Sorong Dinyatakan Positif COVID-19)

Dalam pertemuan itu, menghasilkan keputusan strategis berupa rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk 3 kawasan, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo.

Rapat tersebut menyepakati bahwa 3 daerah tersebut sudah saatnya diterapkan PSBB mengingat perkembangan penyebaran COVID-19 yang kian meningkat di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

"Maka tadi kami bersama-sama mengambil kesepakatan bahwa hari ini sudah saatnya di Kota Surabaya, di sebagian Kabupaten Gresik dan di sebagian Kabupaten Sidoarjo, sudah saatnya diberlakukan PSBB," kata Khofifah.

Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat Surabaya Cak Machfud mengaku mendukung penuh keputusan Khofifah soal PSBB di Kota Pahlawan. Menurutnya, untuk mencegah penyebaran corona memang perlu diberlakukan PSBB.

"Saya sangat setuju dengan keputusan ibu gubernur, Surabaya khususnya semakin hari semakin naik baik jumlah yang positif, orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP), oleh karena itu keputusan dari ibu Khofifah harus segera direalisasikan," ujar Cak Machfud dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4/2020).

Surabaya sendiri menjadi kota terbanyak dengan jumlah pasien positif di Jawa timur, hingga hari ini, Senin (20/4) total ada 299 warga Surabaya yang positif terjangkit corona atau COVID-19.
(shf)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?