MAROS - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kabupaten Maros naik ke level III. Hal ini disebabkan oleh cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Maros yang masih rendah.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Muhammad Yunus mengatakan, naiknya status PPKM Maros ke level III ini bukan karena kasus positif Covid-19 bertambah. Namun, kriteria cakupan vaksinasi masuk dalam penetapan PPKM.
Baca juga:Vaksinasi Covid-19 di SMP Negeri 6 Mandai, 350 Dosis Disiapkan "Sesuai instruksi Mendagri, semua kabupaten/kota yang ada di Jawa dan luar pulau Jawa yang status cakupan vaksinnya berada di bawah 40 persen, turun ke level 3. Sedangkan saat ini, Kabupaten Maros cakupan
vaksinasi Covid-19 masih 30 persen," kata Yunus, Rabu (20/10).
Dia mengatakan, minimnya cakupan vaksinasi itu akibat kurangnya partisipasi masyarakat. Tak heran jika saat ini pihaknya gencar melakukan vaksinasi khususnya di kalangan pelajar.
"Setiap hari kita buka gerai vaksinasi tapi kunjungannya masih sangat kurang. Vaksin siap, vaksinator juga siap, yang mau divaksin kurang. Warga masih kurang sadar akan pentingnya vaksinasi," imbuh Yunus.
Tak heran jika saat ini, pihak pemerintah daerah berusaha mendekatkan pelayanan dengan sistem jemput bola. "Kita coba turun ke desa-desa, namun pada saat kita turun, malah tetap saja sasarannya kurang," tuturnya.
Baca juga:Ribuan Pelajar dan Masyarakat Maros Dapat Vaksinasi Gratis Guna mempercepat peningkatan cakupan vaksinasi, Yunus mengatakan, pihaknya akan kembali memperkuat hubungan lintas sektor untuk menggerakkan masyarakat dalam melakukan vaksinasi.
"Mulai hari ini kita akan perkuat dengan sekolah-sekolah, pihak swasta, TNI, Polri, kepala sekolah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, " ujarnya.
Meski sudah berada di akhir bulan Oktober, namun Yunus optimistis bisa mencapai target capaian vaksinasi di atas 40 persen.
"Standar instruksi Mendagri harus 40 persen untuk turun ke level dua. Penurunan level bukan karena jumlah kasus namun karena capaian vaksin. Makanya kita targetkan, bulan ini bisa mencapai target 40 persen vaksinasi," ungkapnya.
Baca juga:Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Maros Gelar Pendataan untuk Ujian Kesetaraan Yunus menjelaskan, sasaran vaksinasi di Kabupaten Maros sekitar 299.000 orang. Sementara yang terlaksana yakni vaksinasi pelajar sekitar 70 persen. Lansia sekitar 20 persen, dari target sekitar 30.000 orang."Namun lansia yang telah divaksin belum sampai 5.000 orang, karena faktor ketakutan dari mereka juga, " ucapnya.
Sementara soal stok vaksin kata Yunus, sejauh ini masih mencukupi, yakni sekitar 10.000 dosis.
(luq)