GOWA -
Kabupaten Gowa berhasil meraih tiga penghargaan pada Program Kampung Iklim (Proklim), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Piagam penghargaan diserahkan secara virtual, Selasa (19/10).
Penghargaan itu yakni Piagam Pembinaan Proklim tingkat kabupaten/kota di Indonesia, dan Sertifikat Proklim Utama kepada dua dusun di Gowa yaitu Dusun Japing Desa Sunggumanai Kecamatan Patalassang, dan Dusun Lembayya Desa Rappolemba Kecamatan Tompobulu.
Baca juga:Wabup Gowa Ajak Masyarakat Tingkatkan Kecintaan ke Rasulullah SAW Atas capaian tersebut,
Wakil Bupati Gowa , H Abd Rauf Malaganni mengaku sangat bersyukur. Menurutnya Pemkab Gowa selalu berkomitmen terhadap pemeliharaan lingkungan, salah satunya mengeluarkan edaran di mana setiap kecamatan wajib memiliki minimal satu lokasi Proklim.
"Alhamdulillah tentu kita sangat bersyukur dan berterima kasih karena
Pemkab Gowa berhasil menerima piagam penghargaan sebagai pemerintah kabupaten yang melakukan pembinaan Proklim dari 23 kabupaten di Indonesia," ungkapnya usai menerima penghargaan secara virtual di Peace Room A'Kio, Kantor Bupati Gowa, Selasa (19/10).
Tak hanya itu ia juga berterima kasih kepada masyarakat khususnya di dua dusun yang menerima sertifikat Proklim utama ini, pasalnya berkat usaha, kebersamaan dan kerja keras, masyarakat mampu mengharumkan nama Kabupaten Gowa di tingkat nasional.
Baca juga:Hari Jadi Ke-352 Sulsel, Bupati Gowa Ajak Bersama Bangun Sulsel "Semoga ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang," harap Abd Rauf.
Sementara Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Gowa , Andi Hernawati mengatakan Proklim ini merupakan sebuah pengakuan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, maupun kepada masyarakat karena telah melakukan adaptasi dan mitigasi lingkungan hidup.
"Kategori Proklim ini merupakan upaya yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri untuk melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap lingkungan hidup. Alhamdulillah selain masyarakat,
Pemkab Gowa juga meraih penghargaan sebagai pembina Proklim dari KLHK ini," jelasnya.
Baca juga:Sekkab Gowa Minta Pegawai Non ASN jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan Hernawati menjelaskan, adaptasi dan mitigasi lingkungan hidup yang dimaksud seperti penanganan masalah air, yaitu membuat pengairan di sawah, menanam pohon, kemudian memanfaatkan untuk kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Pada penerimaan penghargaan ini Wakil Bupati Gowa turut didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Aziz.
(luq)