LAGOS - Tim penyelamat
Nigeria menggali puing-puing mencari korban selamat sehari setelah sebuah gedung tinggi mewah runtuh saat sedang dibangun di Ibu Kota komersial Lagos. Para pejabat menyebutkan jumlah korban tewas 10 orang dan puluhan lainnya dilaporkan hilang.
Tim darurat menggunakan peralatan pemindah tanah untuk mengangkat bongkahan batu di lokasi di lingkungan makmur Ikoyi setelah hujan deras mengguyur Lagos semalam dan menghentikan pencarian sebentar. Trailer besar dibawa untuk membantu memindahkan puing-puing, menghalangi salah satu jalan utama Ikoyi.
Runtuhnya bangunan sering terjadi di negara terpadat di Afrika itu, di mana peraturan tidak ditegakkan dengan baik dan bahan bangunan yang digunakan sering di bawah standar.
"Pemerintah negara bagian Lagos telah menutup gedung itu pada Juni lalu karena gagal memenuhi persyaratan struktural dan menuntut anomali itu diperbaiki sebelum konstruksi dapat dilanjutkan," kata wakil gubernur negara bagian Obafemi Hamzat dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari
Reuters,Rabu (3/11/2021).
Baca juga: Apartemen Florida yang Runtuh Dihancurkan Total dengan Bahan Peledak Namun, dia tidak mengatakan apakah masalah telah diperbaiki atau belum.
"Fokus kami saat ini adalah mengeluarkan orang hidup-hidup," kata Hamzat
Sepuluh mayat telah ditemukan dan sembilan orang ditarik keluar hidup-hidup ketika ekskavator menyaring puing-puing dari tumpukan beton yang hancur dan logam bengkok tempat bangunan itu pernah berdiri.
Hamzat mengatakan jumlah orang yang terperangkap tidak diketahui tetapi wawancara dengan pekerja menunjukkan hingga 40 orang berada di lokasi ketika bangunan runtuh, jauh lebih rendah dari angka 100 orang yang diberikan oleh saksi pada hari Senin.
Baca juga: Hotel Runtuh di China Timur, Satu Orang Tewas dan 10 Orang Hilang Keluarga korban yang gelisah menanti kabar dari orang-orang yang dicintainya menolak untuk berbicara kepada media. Beberapa meratap dan yang lain berdoa dalam kelompok-kelompok kecil, berharap kerabat mereka kembali dengan selamat.
Saat kemarahan berkobar, yang lain terlibat perkelahian dengan pejabat pemerintah, menuntut untuk diizinkan membantu upaya pencarian.
Apartemen kelas atas baru bermunculan di Ikoyi, dan bangunan yang runtuh adalah bagian dari tiga menara yang dibangun oleh pengembang swasta Fourscore Homes, di mana unit termurah dijual seharga USD1,2 juta atau sekitar Rp17.1 miliar.
Pihak pengembang proyek dan pemilik Fourscore Homes, Olufemi Osibona, mengatakan kepada saluran berita lokal pada bulan Agustus bahwa ia telah mengembangkan bangunan di Peckham dan Hackney di Inggris dan apartemen Ikoyi adalah awal dari proyek yang lebih besar yang ia rencanakan di Nigeria.
Osibona tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentarnya. Laporan media lokal mengatakan dia mungkin termasuk di antara mereka yang terjebak.
Baca juga: Marak Penculikan, 12 Juta Anak Nigeria Takut Pergi ke Sekolah (ian)