floating-Tidak Suka Matematika?...
Tidak Suka Matematika? Ini 5 Jurusan yang Bisa Diincar
Tidak Suka Matematika?...
Tidak Suka Matematika? Ini 5 Jurusan yang Bisa Diincar
Minggu, 14 November 2021 - 00:01 WIB
JAKARTA - Banyak siswa di sekolah yang tidak menyukai pelajaran matematika sehingga ketika ingin mencari jurusan di perguruan tinggi pun mereka akan cenderung menghindari jurusan yang ada pelajaran matematikanya. Bagi yang tidak ingin kembali bertemu matematika di kampus bisa memilih 5 jurusan ini.

Memang dalam memilih suatu jurusan , pertimbangan pelajaran yang disukai dan tidak disukai di jenjang sekolah bisa menjadi pertimbangan. Sebab hal ini bisa menjadi pemacu semangat untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu.

Baca juga: 12 Prospek Kerja Lulusan Teknik Sipil yang Wajib Disimak Mahasiswa

Lalu bagi yang tidak menyukai matematika, berikut ini 5 jurusan yang bisa menjadi rekomendasi untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Jurusan Ilmu Komunikasi

Jurusan pertama yang bisa dipilih ialah jurusan Ilmu Komunikasi yang termasuk jurusan favorit dan hampir bisa ditemukan di semua perguruan tinggi negeri maupun swasta. Jurusan ini memiliki mata kuliah umum seperti Pengantar Ilmu Komunikasi, Teori Komunikasi hingga Psikologi Komunikasi.

Mahasiswa bisa mengikuti beragam pelajaran yang seru seperti belajar menulis berita, public speaking, belajar membuat iklan hingga fotografi serta pelajaran yang membutuhkan skill menyampaikan pesan secara efisien kepada sasaran.

2. Jurusan Sastra

Bagi mahasiswa yang memilih jurusan ini bisa memilih apakah ingin mempelajari sastra dari beberapa negara. Misalnya saja di Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia (UI) selain Sastra Indonesia dan Jawa juga tersedia Sastra Arab, Cina, Jepang, Jerman, Perancis, Slavia dan juga Sastra Inggris.

Jurusan ini tidak hanya terkait kemampuan bahasa namun juga akan mempelajari aspek sastra dan budaya masyarakat pemakainya. Lulusan sastra nanti bisa bekerja di Kementerian Luar Negeri, kedutaan besar, pariwisata, keimigrasian hingga media massa dan juga lembaga lain yang membutuhkan ahli bahasa dan budaya.

3. Jurusan Ilmu Filsafat

Bila kalian suka berpikir kritis maka jurusan ini bisa dipilih. Jurusan Ilmu Filsafat akan mengajak mahasiswanya untuk memikirkan kehidupan di manusia, siapa pencipta alam semesta dan beragam pertanyaan menarik lainnya. Lulusan filsafat pun bisa meniti karir di berbagai bidang. Misalnya dalam dunia pendidikan, menjadi PNS dan dunia kewartawanan hingga berkarir di perusahaan swasta lainnya.

4. Jurusan Sejarah

Jurusan ini juga terbilang jauh dari pelajaran matematika karena mahasiswanya akan mempelajari sejarah Indonesia hingga dunia dari berbagai elemen seperti sejarah ekonomi, politik hingga sejarah sosial dan juga riwayat kebudayaannya. Lulusannya bisa menjadi guru, dosen, peneliti, sejarawan, budayawan hingga pekerja di sektor pariwisata.

5. Hubungan Internasional

Jurusan kuliah yang tidak ada matematikanya ialah jurusan Hubungan Internasional. Pada jurusan ini, mahasiswanya akan mempelajari kemampuan berkomunikasi dan berbahasa asing yang memuat nilai-nilai politik, sosial, ekonomi, dan lain-lain. Lulusanya sendiri bisa bekerja menjadi diplomat, berkarir di instansi organisasi internasional hingga perusahaan multinasional, jurnalis hingga goverment relation officer.

Itulah 5 rekomendasi jurusan bagi yang tidak menyukai matematika. Semoga bisa membantu dalam memilih jurusan di perguruan tinggi.
(mpw)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi