floating-Data Bank Indonesia...
Data Bank Indonesia Diduga Bocor, Diretas Geng Ransomware Conti?
Data Bank Indonesia...
Data Bank Indonesia Diduga Bocor, Diretas Geng Ransomware Conti?
Kamis, 20 Januari 2022 - 16:07 WIB
JAKARTA - Kasus dugaan kebocoran data di Indonesia terjadi lagi. Kali ini terjadi pada Bank Indonesia . Peneliti keamanan dark web yang dikenal sebagai DarkTracer mengungkap kejadian tersebut.

Data-data itu dikatakan sebagai hasil retasan kelompok peretas, geng ransomware Conti. ”[ALERT] Geng ransomware Conti telah mengumumkan ’BANK OF INDONESIA’ dalam daftar korbannya,” tulis Dark Tracer di akun Twitternya.

Dark Tracer melampirkan tangkapan layar pengumuman geng ransomware Conti di situsnya di jaringan Dark Web.

BACA JUGA: BSSN Sebut Data yang Bocor Diperjualbelikan di Forum Gelap Bukan PeduliLindungi



Kemudian, akun itu juga membagikan potongan tangkapan layar dari situs gelap geng ransomware Conti. Terlihat tampilan file yang dinamai corp.bi.go.id.

Dari tangkapan layar menampilkan file-file yang diduga milik Bank Indonesia yang berhasil disusupi. File yang muncul baru 1 persen dengan ukuran 487,09 MB.

Namun DarkTracer tidak merinci data apa saja yang diambil oleh geng ransomware Conti.

Grup Conti sendiri merupakan Ransomware yang berbasis di Rusia. Oleh Palo Alto Networks mereka bahkan disebut sebagai salah satu yang paling kejam dari lusinan grup ransomware yang saat ini diketahui aktif.

Sebelumnya DarkTracer juga menyampaikan, 40.629 pengguna Indonesia dibidik pencuri siber. Sebanyak 502.581 (data) kredensial yang diakses via domain .id bocor dari pengguna dan didistribusikan di Dark Web dan Deep Web.
(dan)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan