SAO PAULO - Amerika Serikat (AS) menekan Presiden Brasil Jair Bolsonaro membatalkan rencana perjalanannya ke Moskow untuk mengisolasi Presiden Rusia Vladimir Putin di panggung dunia.
Tindakan AS itu dilakukan seiring meningkatnya ketegangan di perbatasan dengan Ukraina.
Kabar tersebut diungkapkan surat kabar Brasil, Folha de Sao Paulo, mengutip sumber-sumber di Kementerian Luar Negeri di Brasilia yang mengatakan diplomat Amerika telah menyatakan tentang waktu perjalanan Bolsonaro ke Moskow, yang diduga akan mengirim pesan ke Rusia bahwa Brasil mendukung sikap Kremlin di Eropa Timur.
Baca juga: Gaji Menggiurkan Tentara Bayaran, Siap Perang di Mana Pun dan Berani Mati Tekanan untuk membatalkan perjalanan itu menurut laporan, dilakukan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken pada Minggu selama percakapan telepon dengan Menlu Brasil Carlos Franca.
Baca juga: Putin Tuduh AS Coba Memancing Rusia ke Dalam Perang Kekhawatiran Washington muncul ketika Moskow dituduh menempatkan lebih dari 100.000 tentara di perbatasan dengan Ukraina, dengan beberapa pihak menuduh Rusia merencanakan serangan.
Baca juga: Kepala Pertahanan Jelaskan Bagaimana Ukraina Bisa Dihancurkan Klaim ini telah berulang kali dibantah Kremlin, dan juga diremehkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Saat sebagian besar dunia Barat sedang mengancam sanksi pada Rusia, AS yakin kunjungan Bolsonaro dapat menghancurkan citra bahwa Putin terisolasi.
Menurut surat kabar itu, kekhawatiran serupa diungkapkan kepada Presiden Argentina Alberto Fernandez, yang akan mengunjungi Rusia pekan ini.
Namun, upaya Washington meyakinkan Brasil untuk menghentikan kunjungan Bolsonaro tampaknya sia-sia.
Pada Senin (31/1/2022), presiden sendiri mengkonfirmasi bahwa dia akan mengunjungi Moskow, tetapi juga mencatat bahwa dia tidak akan membicarakan situasi terkait Ukraina.
Dia mencatat kunjungan itu hanya tentang hubungan Rusia-Brasil.
Pada Senin, saat pertemuan Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Brasil Ronaldo Costa Filho meminta Rusia dan Ukraina menahan diri secara maksimal dan terlibat secara konstruktif dalam pembicaraan yang bertujuan menyelesaikan perbedaan mereka.
Filho mendorong Moskow dan Kiev untuk menerapkan perjanjian Minsk.
(sya)