floating-Di Hadapan Komisi VII,...
Di Hadapan Komisi VII, Bos MIND ID: Alhamdulillah Utang Turun Rp13,8 Triliun
Di Hadapan Komisi VII,...
Di Hadapan Komisi VII, Bos MIND ID: Alhamdulillah Utang Turun Rp13,8 Triliun
Rabu, 16 Februari 2022 - 15:22 WIB
JAKARTA - Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso mengungkap utang berbunga perusahaan hingga September 2021 turun Rp13,8 triliun atau 12% menjadi Rp94,2 triliun dibandingkan dengan periode yang sama 2020, year to date (ytd). Pada 2020, kewajiban itu tercatat mencapai Rp108 triliun.

Baca juga: Indonesia Tambah Utang Lagi, ADB Beri Pinjaman Rp2,13 Triliun

"Utang berbunga, alhamdulillah juga turun Bapak Ibu semua, yaitu Rp94,2 triliun atau 12,7% lebih rendah dari ytd 2020," ungkap Hendi, saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR, Rabu (16/2/2022).

Lalu, kas dan setara kas mencapai Rp38,1 triliun, atau lebih rendah 23,1% dari 2020 secara ytd. Di sisi kinerja keuangan lain, hingga September 2021 holding BUMN pertambangan ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp63,8 triliun atau naik 34,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk laba bersih naik 800% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu menjadi Rp9,82 triliun. EBITDA naik sebesar 179,4% menjadi Rp19,8 triliun.

Sementara, aset tercatat Rp202 triliun atau naik 1,6%. Net debt to EBITDA turun signifikan yakni 70% dibandingkan 2020, turun menjadi 2,3 kali.

"Secara ekuitas alhamdulillah juga, lebih tinggi menjadi Rp82,8 triliun. Debt to equity ratio, masih pada rasio sehat pada level 1,1 kali atau turun 24% dibandingkan ytd 2020," kata dia.

Meski membukukan kinerja keuangan yang membaik pada akhir tahun lalu, Hendi mencatat banyak permasalahan dalam proyek pertambangan yang dikelola MIND ID group. Padahal proyek-proyek pertambangan itu masuk dalam proyek strategis nasional (PSN).

Hendi merupakan Direktur Utama MIND ID yang baru, menggantikan posisi Orias Petrus Moedak yang sebelumnya menjabat sebagai orang nomor satu di jajaran dewan direksi.

Dalam RDP itu juga, Hendi menyebut banyak permasalahan PSN di sektor pertambangan yang tidak teridentifikasi dan tidak tertangani secara proaktif dan preventif.

Baca juga: Putin: Berbagai Peristiwa yang Terjadi di Donbass adalah Genosida

"Kami sudah melakukan pemetaan permasalahan dari banyak permasalahan yang ada di sisi PSN yang bernaung di bawah MIND ID yang tidak teridentifikasi dan tidak tertangani secara proaktif dan preventif," ungkap dia.
(uka)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Awali 2026 dengan Kinerja...
Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional