floating-RI-OECD Perkuat Kemitraan...
RI-OECD Perkuat Kemitraan Strategis Dukung Agenda Prioritas Presidensi G20 Indonesia
RI-OECD Perkuat Kemitraan...
RI-OECD Perkuat Kemitraan Strategis Dukung Agenda Prioritas Presidensi G20 Indonesia
Jum'at, 18 Februari 2022 - 10:16 WIB
JAKARTA - Penguatan kemitraan Indonesia dengan Organisation for Economic Co-operation and Development ( OECD ) untuk Presidensi G20 Indonesia menjadi bahasan utama antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann dalam diskusi secara virtual, Rabu (17/2) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, OECD dan Pemerintah Indonesia menjajaki area dan bentuk-bentuk kerja sama yang dapat dimanfaatkan guna pencapaian tujuan Presidensi G20 Indonesia. Dari pembahasan ini OECD menyampaikan beberapa usulan kerja sama yang dapat menjadi perhatian pada 5 area, yakni skema pembiayaan campuran (blended finance), investasi bersih dan energi bersih, kerangka inklusif dalam perpajakan karbon, fasilitasi untuk mobilitas yang aman, serta forum antara G20 dan OECD yang membahas kebijakan UMKM.

Baca Juga: Airlangga: Indonesia Gunakan Presidensi G20 Perjuangkan Aspirasi Negara Berkembang

Sejalan dengan 3 agenda utama Presidensi G20 Indonesia dalam memperkuat arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi, Menko Airlangga juga menyampaikan pentingnya kerja sama Pemerintah Indonesia dan OECD.

"Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan OECD perlu didorong agar menghasilkan deliverables yang konkret. Baik dalam kerangka Presidensi G20 Indonesia, maupun dalam upaya pemulihan global pasca pandemi," papar Menko Airlangga dalam keterangan resminya, Jumat (18/2/2022).

Menko Airlangga mengungkapkan, keterbukaan Pemerintah Indonesia terhadap area yang diusulkan oleh OECD. Adapun beberapa area seperti blended finance, mobilitas dalam masa pandemi baik bagi pebisnis maupun wisatawan, ketenagakerjaan dan UMKM perlu digarisbawahi sebagai topik kerja sama utama pada Sherpa Track.

Baca Juga: Thailand Ingin Miliki Jet Tempur Siluman F-35 Bikin AS Dilema

Menko Airlangga juga membeberkan mengenai Program Kartu Prakerja sebagai bentuk dukungan Pemerintah bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena terdampak pandemi Covid-19. Program ini juga sebagai sarana meningkatkan keahlian bagi para pencari kerja.

Pada kesempatan itu, Sekjen Mathias Cormann menyampaikan dukungannya dalam pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia. Dia menegaskan, OECD berkomitmen untuk terus memberikan dukungan substansi dan pengalaman praktis selaku salah satu knowledge partner G20.

Turut hadir baik secara luring maupun daring dalam pertemuan ini mendampingi Menko Airlangga adalah Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi Prio Pambudi dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Ferry Ardiyanto. Sementara, Sekretaris Jenderal OECD didampingi oleh Direktur Hubungan Global OECD Andreas Schaal.
(fai)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi...
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi Besok 1 Juni 2026! Terbagi 2 Fase, Eksportir Wajib Lapor DSI
Rakortas Stimulus Kuartal...
Rakortas Stimulus Kuartal II 2026: Berikut Paket Insentif Fiskal, hingga Biaya Transportasi
Gap Dagang Puluhan Miliar...
Gap Dagang Puluhan Miliar Dolar dengan AS-China di Balik Pembentukan BUMN Khusus Ekspor DSI
Rupiah Rp17.600 per...
Rupiah Rp17.600 per Dolar AS, Airlangga Beberkan Alasan Tak Sama dengan Memori Kelam Krisis 1998