MAKASSAR -
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui program PLN Peduli mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 miliar untuk 25 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Seluruh program telah melalui berbagai tahap verifikasi dan validasi berjenjang mulai dari unit pelaksana sampai kantor pusat. Program ini telah disusun sejak tahun 2021 dan akan direalisasikan pada tahun 2022.
Baca juga:Dorong Electrifying Lifestyle, PLN Gelar Ramadhan Electric Food Fest 2022 Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi
PLN UIP Sulawesi , Nur Akhsin mengatakan, program PLN Peduli ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mencerdaskan masyarakat, serta menjaga lingkungan terutama di sekitar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang sedang dilaksanakan oleh PLN UIP Sulawesi.
Pada tahun 2021 lalu, kata dia, pihaknya telah menyalurkan bantuan TJSL sebesar Rp1,3 miliar. Sehingga tahun ini ada peningkatan sebesar Rp100 juta.
"Peningkatan ini telah melalui berbagai macam tahap seleksi terhadap permohonan bantuan sosial yang masuk. Karena kami mencari program yang memiliki dampak terbesar terhadap masyarakat terutama masyarakat yang ada dalam zona satu program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan," jelasnya.
Bac juga:2.415 Keluarga Kini Nikmati Listrik Berkat Donasi Pegawai PLN Adapun tema program TJSL PLN saat ini adalah PLN Empower, yakni pemberdayaan produktif dan dari masyarakat untuk mewujudkan Renewables Energy, yang diperkecil menjadi 3 sub tema yakni PLN Pintar, PLN Power dan PLN Go Green.
Berdasarkan sub tema tersebut,
PLN memilih 4 kategori program prioritas, yakni Pendidikan, Pengembangan UMKM, Lingkungan dan Creating Shared Value (CSV).
"Program PLN Peduli ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan, selain fokus PLN UIP Sulawesi untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030," sambungnya.
Baca juga:PLN Serahkan 5.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Walenrang dan Belopa Nur Ikhsan menambahkan, RUPTL ini memerintahkan untuk membangun Gardu Induk (GI) dengan total kapasitas 1.840 Mega Volt Ampere (MVA), Transmisi Line sepanjang 3034,85 Kilometer Sirkuit (KMS) dan pembangkit sebesar 802 Megawatt. Semuanya direncanakan beroperasi pada tahun 2030.
Selain itu, PLN UIP Sulawesi juga berencana membangun 43 lokasi Gardu Induk. Sejauh ini 13 lokasi sudah beroperasi, 5 lokasi sedang dalam tahap konstruksi dan 25 lokasi telah masuk dalam tahap pra-konstruksi.
Dari total 35 ruas transmisi, 13 ruas telah selesai dan sudah beroperasi, 9 ruas dalam tahap konstruksi dan 13 ruas sedang dalam tahap pra-konstruksi. Sedangkan untuk pembangkit, 13 lokasi pembangunan dengan 2 pembangkit telah beroperasi, 4 pembangkit dalam tahap konstruksi dan 7 dalam tahap pra-konstruksi.
Baca juga:Pembangkit Hidro Jadi Andalan Indonesia Wujudkan Energi Bersih Semua rencana pembangunan di atas untuk meningkatkan kualitas jaringan dan keandalan listrik di Sulawesi. Saat ini Sulawesi merupakan salah satu pulau yang memiliki daya tarik bagi investor baik dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini terlihat dari adanya 9 kontrak Surat Perjanjian Jual dan Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) tegangan tinggi.
"Semoga dengan adanya pembangunan ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mencerdaskan bangsa, selain itu kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan penggunaan listrik untuk hal produktivitas," pungkasnya.
(luq)