floating-RI Larang Ekspor Minyak...
RI Larang Ekspor Minyak Sawit, Harga CPO Terus Tergerus
RI Larang Ekspor Minyak...
RI Larang Ekspor Minyak Sawit, Harga CPO Terus Tergerus
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:09 WIB
JAKARTA - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih mengalami tren penurunan pada perdagangan Selasa (17/5) siang ini. Berdasarkan data dari Barchart.com, harga CPO untuk kontrak bulan Juni 2022 turun 0,96% menjadi MYR 6.618 per ton. Selama sepekan, harga CPO mengalami kontraksi hingga 1,72%.

Sementara untuk kontrak bulan Juli, harga CPO dipatok USD6.303, turun 1,04% dari perdagangan sebelumnya. Dan untuk CPO kontrak bulan Agustus angkanya turun 0,88% menjadi USD6.085 per ton.

Baca Juga: Mirip CPO, Larangan Ekspor Gandum dari India Bisa Picu Lonjakan Harga

Penyebab berlanjutnya tren penurunan harga tersebut adalah karena permintaan yang semakin meningkat. Di sisi lain, Indonesia, sebagai salah satu produsen minyak sawit mentah terbesar dunia, melarang ekspor CPO untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Nyatanya, larangan ekspor CPO belum membuat harga minyak goreng kembali normal seperti awal sebelum ada kenaikan. Namun, para petani minyak kelapa sawit mengeluh karena harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit menurun hingga 50% sejak ekspor CPO dilarang.

Baca Juga: Plinplan dengan Kebijakan Minyak Goreng Berdampak Negatif

Sebagai informasi, para petani kelapa sawit melakukan demonstrasi di 22 provinsi di seluruh Indonesia menuntut kebijakan soal larangan ekspor sawit.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%