floating-Soal TKA China, Pemerintah...
Soal TKA China, Pemerintah Harus Perhatikan Psikologis Masyarakat
Soal TKA China, Pemerintah...
Soal TKA China, Pemerintah Harus Perhatikan Psikologis Masyarakat
Rabu, 24 Juni 2020 - 17:01 WIB
JAKARTA - Kedatangan ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Kendari, Sulawesi Tenggara memunculkan banyak penolakan. Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid meminta pemerintah memerhatikan seluruh aturan ketenagakerjaan. Perhatikan juga psikologis masyarakat di tengah banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengangguran akibat pandemi Covid-19 .

"Nah, sekarang keadaan masyarakat banyak yang di-PHK, banyak pengangguran, jadi soal suasana batin masyarakat ini harus juga dilihat," ujarnya di sela acara halalbihalal di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Di sisi lain, Jazilul juga meminta masyarakat untuk bisa memahami upaya pemerintah yang sedang bekerja keras, bersusah payah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. "Jadi kalau misalkan tenaga kerja asing ini adalah bagian dari skema mempercepat pertumbuhan ekonomi, masyarakat hendaknya membantu pemerintah soal itu. Jangan kemudian dikipas-kipasi, seakan-akan ini ketidakadilan." (Baca juga: Menko Luhut Sebut TKA China Akan Masuk Lagi ke Indonesia Bulan Juni ).

Menurut anggota Komisi III DPR ini, pemerintah dalam mengambil kebijakan jangan mengabaikan rasa keadilan masyarakat. Menurutnya, ketentuan soal keberadaan TKA, salah satunya adalah ketika tidak ada tenaga kerja dalam negeri yang memiliki kemampuan atau keahlian untuk memenuhi jabatan tertentu.

"Nah, kalau ada pelanggaran prosedur ya mestinya dari awal tidak bisa. Pemerintah jangan melonggarkan prosedur. Kalau itu dilanggar, sama dengan melanggar rasa keadilan masyarakat," katanya.

Menurut Jazilul, pemerintah perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa keberadaan TKA ini sudah sesuai prosedur dan jabatan-jabatan yang ditempati sudah sesuai dengan aturan yang dapat ditempati TKA. "Tentu tenaga kerja lokal juga akan diserap bersamaan dengan operasinya pabrik atau perusahaan yang sekarang sedang dibangun atau dijalankan oleh pemerintah. Itu penting untuk sampaikan," katanya.
(zik)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Kasus Pemerasan dan...
Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Kemnaker, KPK Cegah 8 Tersangka ke Luar Negeri
Susunan Pimpinan MPR...
Susunan Pimpinan MPR 2024-2029 Bakal Dilantik Hari Ini, Ini Bocorannya
Daftar 3 Anggota MPR...
Daftar 3 Anggota MPR Termuda, Salah Satunya Pemegang Dua Gelar Sarjana
Sah! 732 Anggota MPR...
Sah! 732 Anggota MPR Periode 2024-2029 Resmi Dilantik
Isi Tap Nomor II/MPR/2001...
Isi Tap Nomor II/MPR/2001 tentang Pertanggungjawaban Presiden Gus Dur yang Dinyatakan Tidak Berlaku