floating-Mentan SYL Sebut Krisis...
Mentan SYL Sebut Krisis Pangan di Depan Mata, Bupati Diminta Kencangkan Sabuk Pengaman
Mentan SYL Sebut Krisis...
Mentan SYL Sebut Krisis Pangan di Depan Mata, Bupati Diminta Kencangkan Sabuk Pengaman
Rabu, 22 Juni 2022 - 16:25 WIB
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan, bahwa dunia sedang dihadapkan dengan ancaman krisis pangan . Indonesia perlu menguatkan sabuk pengaman agar siap menghadapi krisis pangan yang bakal terjadi.

Menurutnya hal itu disebabkan bukan karena pandemi covid 19, isu perubahan iklim hingga konflik perak merupakan hal yang tidak bisa terhindarkan terjadinya krisis pangan.

Baca Juga: Krisis Pangan Mengancam, Kurangi Kebiasaan Buang Makanan

Perubahan iklim membuat sektor pertanian bakal mengalami gangguan. Musim hujan yang berkempanjangan, atau musim panas yang berlarut bakal memengaruhi masa tanam dan musim panen sektor pertanian.

"Ancaman Krisis pangan itu bukan besok, bukan lusa, hari ini sudah di depan mata kita, kurang apa Allah kasih kita air yang banyak, kurang apa kita dikasih angin yang terus bertiup, kurang apa kita diberikan matahari," ujar Mentan SYL pada sambutannya dalam acara peringatan hari Krida Pertanian, Rabu (22/6/2022).

Oleh karena pada perayaan hari Krida pertanian hari ini, Mentan mengajak seluruh Bupati hingga Gubernur untuk mengencangkan sabuk pengamannya. Perkuat sektor pertanian yang menjadi komoditas di daerahnya masing-masing.

"Pada peringatan hari Krida ini kira tujukan pada semua Bupati, semua Gubernur seluruh Indonesia perkuat daerah masing-masing pada ketahanan pangan yang ada," sambung Mentan.

Baca Juga: Krisis Pangan Global di Depan Mata, Miliarder Rusia: Kecuali Perang Ukraina Dihentikan

Dampak perang yang saat ini tengah terjadi antara Ukraina-Rusia telah menyebabkan gangguan pada rantai pasok global. Hal tersebut praktis membuat harga komoditas melambung tinggi.

"Perang mengakibatkan harga gandum naik 300%, biasanya 10%, berarti besok kita bermasalah dengan gandum," kata Mentan.

"Biarkan badai melanda, pertanian Indonesia ini tetap kokoh dan kuat mempertahankan kehidupan rakyat," pungkasnya.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan