floating-Kepala BKKBN: Tunda...
Kepala BKKBN: Tunda Kehamilan di Tengah Pandemi Corona
Kepala BKKBN: Tunda...
Kepala BKKBN: Tunda Kehamilan di Tengah Pandemi Corona
Minggu, 26 April 2020 - 13:17 WIB
JAKARTA - Pandemi virus Corona (Covid-19) menuntut masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Saat ini berdiam di rumah atau stay at homemenjadi keharusan untuk menghindari penularan virus tersebut.

Bahkan pemerintah dan banyak perusahaan swasta telah jauh-jauh hari menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home bagi karyawannya.

Aktivitas masyarakat yang lebih banyak di dalam rumah atau stay at homemenjadi tantangan tersendiri bagi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

BKKBN memprediksi stay at home akan meningkatkan aktivtas seksual suami-istri yang berujung kepada kehamilan.

"Memang ada joke-joke yang mengkhawatirkan bagi BKKBN. Covid negatif, tapi istri positif karena ada stay at home," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo saat berbincang santai dengan Jurnalis SINDOnews, Abdul Rochim melalui live Instagram, Jumat 24 April 2020.

Menurut dia, kehamilan di tengah masa pandemi menghadapi banyak risiko yang bisa mengancam kesehatan perempuan yang sedang hamil muda.

Salah satunya, kondisi fasilitas kesehatan yang saat ini lebih fokus kepada penanganan pasisen virus Corona. Hal itu karena adanya imbauan agar dokter mengutamakan pasien dengan kondisi emergency.

"Saat ini dokter membatasi pasiennya," katanya. (Baca juga: Halau Covid-19 Paling Tepat Gunakan Dilarang Mudik atau Pulang Kampung )

Saat pandemi Corona, jumlah dokter juga berkurang. Dokter yang berusia 60 ke atas banyak yang tidak praktik karena merasa rentan terkena virus tersebut.

"Hingga akhirnya pasien-pasien yang butuh layanan secara preventif untuk mencegah kejadian yang lebih parah kurang terlayani," tutur Hasto yang juga seorang dokter ini.

Kehamilan juga akan membuat stamina perempuan yang hamil muda akan menurun, salah satunya akibat muntah-muntah. Dehidrasi pun sering dialami perempuan yang sering hamil akibat nasfu makan menurun.

Demi menghindari risiko-risiko tersebut, BKKBN mengimbau agar pasangan suami-istri untuk menunda kehamilan di masa pandemik.

"BKKBN mengampanyekan tunda kehamilan di masa pandemi karena stamina perempuan yang hamil muda menurun, muntah-muntah, kadang-kadang nafsu makan turun. Kalau mau kontrol ke dokter hari ini, belum tentu dokter siap memeriksa," tuturnya.

Dia mengimbau kepada pasangan suami-istri untuk menunda kehamilan agar tidak terjadi masalah baru.

"Kalau belum hamil, jangan hamil dulu. Jangan ada kehamilan yang tidak terencana, jangan ada kehamilan yang tidak disengaja," tutur Hasto.
(dam)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Sesmendukbangga Dorong...
Sesmendukbangga Dorong Daerah Serius Memanfaatkan Bonus Demografi
Kemendukbangga/BKKBN...
Kemendukbangga/BKKBN Kerahkan TPK Atasi Trauma Keluarga Terdampak Bencana Sumatera
Marak Bullying di Kalangan...
Marak Bullying di Kalangan Gen Z, Menteri Wihaji: Semua Bentuk Perundungan Harus Dilawan