floating-Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Peraturan Pemakaian Masker Kembali Diperketat
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Peraturan Pemakaian Masker Kembali Diperketat
Senin, 04 Juli 2022 - 08:40 WIB
JAKARTA - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali naik belakangan ini. Kondisi ini membuat Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta masyarakat kembali pakai masker meski berada di luar ruangan.

Sebelumnya, pemerintah membolehkan masyarakat lepas masker jika berada di luar ruangan dan tidak ramai orang. Tapi, karena lonjakan kasus yang cukup berarti, kekhawatiran akan terjadi gelombang baru Covid-19 muncul akibat masyarakat tidak pakai masker sekalipun di luar ruangan.

"Ini keputusan yang sangat tepat," kata Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman saat dihubungi Senin (4/7/2022).

Keputusan yang diambil pemerintah, kata Dicky, akan sangat berarti dalam menurunkan kembali angka kasus Covid-19 yang saat ini sedang naik.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Meningkat, Level PPKM Akan Naik?





"Tidak ada kata terlambat, jadi keputusan tersebut tepat diambil di situasi saat ini," jelas Dicky.

Dicky mengungkapkan bahwa saat ini ancaman bukan hanya datang dari subvarian BA.4 dan BA.5, tetapi juga BA.2.75 yang mana menurut studi yang diamati Dicky bahwa subvarian tersebut bisa mengkhawatirkan kesehatan global.

"Data awal di India menunjukkan bahwa BA.2.75 punya kecepatan sebaran yang luar biasa, 9 kali lipat dari BA.5," ungkap Dicky.

Karena hal ini, Dicky berharap agar pemerintah segera melakukan respons. Bukan hanya mengandalkan vaksin booster, tapi penggunaan masker harus diketatkan lagi di semua level masyarakat.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 1.614, Meninggal 4



"Ingat, vaksin tidak menjamin orang tidak terinfeksi atau tertular virus, tapi masker cukup ampuh menghalau paparan. Jadi, vaksin saja tidak cukup," ujar Dicky.

Selain itu, testing harus dimasifkan kembali, khususnya jika ada kegiatan di masyarakat. Menurut Dicky, testing adalah upaya skrining yang cukup efektif memastikan kegiatan masyarakat itu aman atau tidak.
(dra)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?