MADIUN - Sebanyak 90
jamaah haji kloter 7 asal Kota Madiun, telah kembali dari tanah suci Mekkah, usai menunaikan ibadah haji. Dari jumlah tersebut, satu jamaah haji dinyatakan positif
COVID-19, dan satu hasil tesnya reaktif.
Baca juga: Tiba di Tanah Air, 18 Jamaah Haji Indonesia Terkonfirmasi Positif Covid-19 Mengantisipasi terjadinya penularan
COVID-19, sebanyak 90
jamaah haji tersebut kini wajib untuk isolasi mandiri dan dilarang menerima tamu. Para jamaah haji asal Kota Madiun ini, diangkut menggunakan tiga bus dan tiba di Asrama Haji Kota Madiun, pada Rabu (20/7/2022) tengah malam.
Kasus penularan
COVID-19 yang dialami satu
jamaah haji asal Kota Madiun ini, diketahui dari hasil tes antigen saat tiba di tanah air. Dari tes antigen tersebut, dua
jamaah haji dinyatakan reaktif sehingga langsung menjalani tes PCR.
Baca juga: Sadis! Janda Muda Siksa dan Buang Anak Kandung, Ditangkap Polisi saat Bersama Kekasih Hasilnya satu
jamaah haji dinyatakan positif
COVID-19, dengan gejala demam tinggi disertai batuk. Sementara satu
jamah haji yang hasil tes antigennya reaktif, telah dipastikan negatif
COVID-19 dari hasil tes PCR.
Kedua
jamaah haji tersebut langsung dijemput menggunakan mobil ambulans untuk dibawa ke RSUD Sogaten Kota Madiun, guna mendapatkan penanganan medis. Wakil Wali Kota Madiun, Indaraya Ayu Miko Spautri mengatakan, dengan adanya
jamaah haji yang positif
COVID-19, maka
jamah haji yang lain diwajibkan isolasi mandiri.
Baca juga: Suami Nafsu Tinggi, Istri Paksa Gadis Belia untuk Dicabuli "Para
jamah haji diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama dua pekan ke depan. Para jamaah haji juga dilarang untuk menerima tamu, maupun menggelar hajatan hingga kondisi kesehatan mereka dinyatakan sehat," tegas Indaraya.
Sesuai rencana, besok Jumat (22/7/2022) para
jamaah haji ini diwajibkan untuk melakukan tes PCR di RSUD Sogaten Kota Madiun. Jika dinyatakan sehat, maka mereka diperbolehkan untuk berkumpul dengan keluarganya.
(eyt)