BANDUNG - Masyarakat diminta mewaspadai penyebaran nyamuk
Demam Berdarah Dengue (DBD) pada musim hujan dan pancaroba periode ini. Sejak awal tahun hingga Juli ini, tercatat ada ribuan warga terkena DBD dengan angka kematian tujuh orang.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, sepanjang Januari-Juli 2022 terdapat 3.572 kasus DBD di Kota Bandung, 7 orang di antaranya meninggal dunia. Rata-rata kasus kematian ini menyerang anak berusia 1-9 tahun.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dr. Intan Annisa Fatmawaty, kini tren kasusnya semakin menurun dibandingkan bulan Januari.
Baca juga: Periode April-Juni 2022, Sudinkes Jakbar Catat 562 Kasus DBD "Data yang kita lihat di Januari ini cukup tinggi. Biasanya kasus DBD muncul musim penghujan atau pancaroba, makanya meningkat di akhir tahun sampai awal tahun," ujar Intan.
Dia mengakui, sepanjang 2022 ini wilayah yang memiliki kasus paling tinggi di Kota Bandung terdapat di Kecamatan Buahbatu. Secara global, faktor yang mengakibatkan sebuah daerah rawan banyak kejadian
DBD biasanya terjadi di wilayah padat penduduk.
"Selain itu, faktor lainnya bisa jadi pelaksanaan dari kegiatan pemberantasan sarang nyamuknya (PSN) belum berjalan optimal," ucapnya.
Baca juga: DBD Mengganas di Kota Tangerang, Hingga Juni Sudah 331 Kasus PSN ini terdiri dari beberapa upaya, seperti 3 M: menguras, menutup, dan memanfaatkan barang daur ulang. Kemudian, G1r1j (gerakan satu rumah, satu jumantik), diharapkan setiap rumah ada anggota yang bertugas menjadi pemantau jentik. Lalu, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga harus selalu digalakkan.
"Bisa juga karena cakupan angka bebas jentiknya belum mencapai di atas 95 persen. Jadi, wilayah itu masih banyak ditemukan jentik," jelasnya.
(don)