KABUL -
Taliban , penguasa Afghanistan, kesal dengan serangan udara
Amerika Serikat (AS) di Kabul yang tewaskan pemimpin
al-Qaeda Ayman al-Zawahiri selama akhir pekan.
Presiden AS Joe Biden pada Senin malam waktu Washington mengumumkan bahwa CIA telah melakukan serangan pesawat tak berawak atau drone selama akhir pekan dan membunuh Zawahiri. Pemimpin al-Qaeda itu diduga berlindung di sebuah rumah persembunyian di kota Kabul.
Taliban, tanpa menyebut nama Zawahiri, mengatakan bahwa serangan
drone itu bertentangan dengan prinsip-prinsip internasional dan kesepakatan 2020 tentang penarikan pasukan AS.
Baca juga: Keanehan dalam Pembunuhan Zawahiri oleh AS: Diserang 2 Rudal tapi Tak Ada Ledakan “Sebuah serangan udara dilakukan di sebuah rumah di daerah Sherpur, kota Kabul. Sifat insiden itu tidak terungkap pada awalnya,” kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di Twitter, seperti dikutip
Reuters, Selasa
(2/8/2022).
“Badan keamanan dan intelijen Imarah Islam [Islamic Emirate] menyelidiki insiden itu dan menemukan bahwa serangan itu dilakukan oleh pesawat tak berawak Amerika. Imarah Islam Afghanistan sangat mengutuk serangan ini dengan dalih apa pun dan menyebutnya sebagai pelanggaran yang jelas terhadap prinsip-prinsip internasional dan Perjanjian Doha,” katanya.
“Tindakan seperti itu merupakan pengulangan dari pengalaman gagal selama 20 tahun terakhir dan bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat, Afghanistan, dan kawasan. Mengulangi tindakan seperti itu akan merusak peluang yang ada,” imbuh Mujahid.
(min)