floating-Pelindo Siapkan Lahan...
Pelindo Siapkan Lahan 130 Hektare untuk Kegiatan Industri di Mempawah
Pelindo Siapkan Lahan...
Pelindo Siapkan Lahan 130 Hektare untuk Kegiatan Industri di Mempawah
Selasa, 09 Agustus 2022 - 20:20 WIB
JAKARTA - BUMN PT Pelindo (Persero) akan melakukan pembebasan lahan seluas 200 hektare di Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).

Dari luas tersebut, 70 hektare akan digunakan untuk kegiatan Pelabuhan Kijing dan 130 hektare untuk mendukung kegiatan industri di kawasan Mempawah.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, pihaknya akan mendorong pemerintah daerah provinsi Kalbar untuk menetapkan 2.000-3.000 hektare lahan di belakang Pelabuhan Kijing, Mempawah yang difokuskan untuk kegiatan industri.

"Pelindo membebaskan lahan sekitar 200 hektare, 70 hektare untuk pelabuhan dan 130 hektare untuk kegiatan industri, dan kita dorong pemerintah untuk melakukan penetapan lokasi sekitar 2.000 hingga 3.000 hektare di belakang pelabuhan untuk kegiatan industri. Sehingga, nantinya ke depan industri yang ada di sini akan dekat dengan pelabuhan," ungkap Arif, Selasa (9/8/2022).

baca juga: Dukung Hilirisasi, Jokowi Optimistis Pelabuhan Kijing Pacu Daya Saing Produk Unggulan Kalbar

Pelabuhan Kijing digadang-gadang memiliki nilai strategis bagi pemerataan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi di daerah dan nasional.

Pelabuhan tersebut juga akan memperkuat ekosistem industri pelabuhan nasional, sekaligus daya saing pelabuhan di Indonesia sebagai jalur strategis perdagangan di Asia Tenggara dan internasional.

Pernyataan itu disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pelabuhan Kijing pada hari ini

"Seperti yang diungkapkan Bapak Presiden, ada nilai strategis bagi pemerataan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi di daerah dan nasional melalui pembangunan pelabuhan,” kata Erick.

Baca juga: Erick Thohir: Pelabuhan Terminal Kijing Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan

Menurut dia, pelabuhan terminal itu akan mendukung hilirisasi untuk memaksimalkan ekspor dengan cara-cara baru dan juga percepatan ekonomi.

“Pelabuhan Terminal Kijing yang kapasitasnya akan meningkat ini, membuat daya saing kita nantinya makin kuat, serta memantapkan rantai ekosistem industri pelabuhan kita sehingga makin terkoneksi dan mendukung hilirisasi industri," ungkapnya.

Peran Kementerian BUMN, lanjut Erick, dalam pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing, salah satunya melalui pendanaan mandiri dari anggaran BUMN hasil kolaborasi antara PT Pelindo (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) atau WIKA.

Tujuannya, mempercepat kapasitas Pelindo menjadi operator pelabuhan bertaraf internasional. Diharapkan, Pelindo dapat menghubungkan belasan ribu pulau Nusantara, membawa arus pertumbuhan perekonomian, dan menaikkan daya saing Indonesia. Sebagai catatan, saat ini Indonesia masih dianggap sebagai negara dengan biaya logistik tertinggi.
(ind)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut