DEMAK - Seekor naga berukuran raksasa meliak-liuk di udara, membuat geger warga Kabupaten Demak, Jateng. Naga terbang tersebut, merupakan
layang-layang raksasa yang sengaja diterbangkan oleh sebanyak 15 orang.
Baca juga: Festival Layang-layang Lombok 2022 Tak hanya naga raksasa saja yang terbang di udara Demak. Di belakang naga tersebut juga nampak
layang-layang raksasa berbentuk Masjid Agung Demak.
Layang-layang itu berhasil diterbangkan warga di Kampung Hongkong, Desa Waru, Kecamatan Mrangen, Kabupaten Demak.
Naga raksasa yang diterbangkan warga, terlihat mulutnya menganga lebar memperlihatkan taring-taring tajam. Naga raksasa tersebut, seolah muncul dari langit dan terbang menukik ke bumi.
Baca juga: Sadis! Gadis 12 Tahun Diperkosa hingga Mengidap HIV/AIDS, Polrestabes Medan Didesak Tangkap Pelaku Sementara itu, ratusan warga di bawahnya begitu asyik menikmati polah tingkah layang-layang raksasa tersebut, sembari sibuk merekam menggunakan kamera ponsel masing-masing.
Layang-layang naga yang diterbangkan 15 orang ini, memiliki panjang 85 meter.
"Kepala naga bahannya terbuat dari spon plastik, sementara badan naga dari kain parasut yang bergambar masjid agung demak. Semuanya dirangkai menggunakan tali hingga membentuk naga raksasa yang diberi nama Bintoro," ujar pembuat
layangan naga raksasa, Khoirul Umam.
Edi Riyatno yang juga turut membuat layangan naga raksasa tersebut, menyebutkan, untuk menerbangkan
layangan naga ini dibutuhkan setidaknya 15 orang dewasa. "Agin juga harus kencang, agar layangan bisa terbang ke langit," tuturnya.
Untuk menerbangkan
layangan naga raksasa itu, harus dilakukan dilahan terbuka yang luas. Kendala lain adalah ketika sudah terbang, dua tanduk di kepala naga kerap lepas karena dihempas angin, mereka harus berjibaku menurunkannya untuk kembali memasang tanduk.
Baca juga: Nahas! Bus Pariwisata Rombongan Guru SMP Negeri 1 Pelabuanratu Tabrak Pohon di Cianjur Keseruan
layangan naga raksasa ini merupakan bagian dari lomba
layang-layang yang digelar warga. Lomba terbuka untuk umum dengan menampilkan sekitar 50 jenis
layang-layang, seperti karakter wayang baladewa, hingga tokoh kartun spongebob.
Kepala Desa Waru, Arifin mengatakan, lomba
layang-layang ini untuk memacu kreativitas warga agar kembali bangkit setelah pandemi Covid-19. "Ke depan, kegiatan serupa akan digelar rutin dengan melibatkan peserta yang lebih banyak dari berbagai daerah," pungkasnya.
(eyt)