BANDUNG - Siaga terhadap terjadinya
bencana alam akibat cuaca ekstrem, Satuan Brimob Polda Jabar, mulai menyiagakan berbagai peralatan dan personel SAR. Mereka siap digerakkan ke berbagai wilayah di Provinsi Jabar, untuk menangani korban
bencana alam. Baca juga: Jabar Diterjang Cuaca Ekstrem, Kapolda Imbau Warga Dievakuasi ke Tempat Aman Komandan Satuan Brimob Polda Jabar, Kombes Pol. Yuri Karsono mengatakan, personel SAR dan peralatan pendukung dalam penanganan
bencana alam, telah disiagakan untuk mengantisipasi terjadinya
bencana alam di wilayah hukum Polda Jabar.
"Kami dari jajaran Satuan Brimob Polda Jabar, telah menyiagakan baik personel SAR beserta peralatan-peralatan pendukung yang siap digunakan dalam mengantisipasi terjadinya
bencana alam di wilayah Jabar," tegas Yuri, Sabtu (19/11/2022).
Baca juga: Mengerikan! Tembok Tempat Penangkaran Ribuan Buaya Jebol Diterjang Banjir Yuri juga menegaskan, seluruh personel SAR Brimob Polda Jabar, termasuk peralatan yang disiagakan bakal langsung diterjunkan ke lokasi
bencana yang bisa terjadi kapan saja."Kami siap siaga apabila digerakkan sewaktu-waktu dalam penanganan
bencana alam," katanya.
Satuan Brimob Polda Jabar, juga telah melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam yang digelar di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (18/11/2022)."Kegiatan itu merupakan salah satu wujud Bakti Brimob, dalam menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat," kata Yuri.
Sementara itu, dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam itu, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum meminta kepala daerah kabupaten dan kota di Jabar, bersikap proaktif dalam mengantisipasi adanya
bencana alam. Baca juga: Banyuasin Gempar! Rampok Bersenjata Satroni Minimarket Uu menekankan, pihaknya tak berharap pemerintah baru bergeraksetelah
bencana terjadi dan ada korban. "Saya minta waspada, karena curah hujan saat ini tinggi, serta punya potensi longsor dan banjir lebih sering," tegasnya.
Dia juga mengatakan, apel kesiapsigaan
bencana alam menjadisalah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengantisipasi bencana alam.Melalui apel kesiapsiagaan, kata Uu, pemerintah akan lebih mudah mengantisipasi
bencana alam di wilayahnya masing-masing.
"Selain apel kesiapsiagaan, aparat kewilayahan di tingkat kecamatan juga harus proaktif dalam melihat potensi
bencana alam, dengan mendata titik-titik rawan
bencana di wilayahnya masing-masing," tandas Uu.
(eyt)