JAKARTA - Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) RI Laksdya TNI
Amarulla Octavian mendapat kepercayaan untuk segera mengimplementasikan kerja sama dengan
World Health Organization (WHO). Berbagai program kegiatan dan modul-modul pelatihan disusun untuk menyiapkan pelaksanaan Training of Trainer (TOT) pada beberapa minggu ke depan.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) telah dilaksanakan pada bulan lalu sebagai side event pada KTT G-20 di Bali, setelah mendapat penilaian akreditasi yang baik dari WHO
Scooping Mission Team hasil peninjauan berbagai fasilitas di Kampus Bela Negara, Unhan RI di Sentul, Bogor, Minggu (4/12/2022).
WHO memberi kepercayaan kepada Unhan RI berdasarkan prestasi akademik yang dicapai atas peran penting Fakultas Kedokteran Militer dan Fakultas Farmasi Militer Unhan memaparkan konsep
Biodefense, Biosecurity, dan
Biointelligence dalam mengantisipasi kemungkinan pandemi di masa mendatang.
Baca juga: Prabowo Teken Kesepakatan dengan WHO Bentuk Pusat Pelatihan Medis Darurat di Unhan RI Laksdya TNI Amarulla Octavian mengatakan, wujud nyata kerja sama dengan WHO tersebut adalah pembentukan Pusat Pelatihan Kesehatan Internasional yang dinamakan WHO
Multi-Country Training Hub For Health Emergency Operational Readiness. Baca juga: Prabowo Bangga Buka Empat Fakultas Baru di Unhan Unhan RI ditetapkan sebagai pusat pelatihan yang bertanggung jawab atas kawasan Asia dan Australia membawahi 3 koordinator, yakni
Public Health Emergency Coordinator, Emergency Medical Team Coordinator, dan Medico-Socio-Economic Aspect Coordinator. "Keuntungan Unhan RI dengan kerja sama ini adalah diperolehnya akses dan kontribusi untuk berpartisipasi aktif dengan program-program WHO dan berbagai proses pengambilan keputusan pada tataran PBB. Banyak akademisi menilai kerja sama tersebut merupakan pengakuan dunia internasional atas prestasi Unhan RI," ujarnya.
(cip)