floating-Dinamika Jelang Pemilu...
Dinamika Jelang Pemilu 2024 hingga Laut China Selatan Jadi Tantangan Yudo Margono
Dinamika Jelang Pemilu...
Dinamika Jelang Pemilu 2024 hingga Laut China Selatan Jadi Tantangan Yudo Margono
Senin, 05 Desember 2022 - 06:18 WIB
JAKARTA - Dinamika menjelang Pemilu 2024 hingga masalah sengketa di Laut China Selatan dinilai menjadi tantangan bagi Laksamana Yudo Margono setelah resmi menjabat Panglima TNI nantinya. Komisi I DPR telah menyetujui pengangkatan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) itu sebagai Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa.

Anggota Komisi I DPR sekaligus Wakil Ketua MPR Syarief Hasan menilai Laksamana Yudo merupakan sosok yang tepat untuk menjadi Panglima TNI. "Laksamana Yudo Margono memiliki prestasi dan kemampuan yang mumpuni sejak dulu hingga kini menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut. Ia sosok yang sangat tepat melanjutkan kerja-kerja dari Jenderal Andika Perkasa," kata Syarief dalam keterangannya dikutip Senin (5/12/2022).

Syarief pun menyampaikan sejumlah tantangan cukup besar bagi Panglima TNI dalam rangka memastikan kedaulatan negara. Salah satu tantangannya adalah adanya sengketa di Laut China Selatan yang melibatkan beberapa negara dan berdekatan langsung dengan Laut Natuna Utara milik Indonesia.

Baca juga: Hobi Bernyanyi, Suara Merdu Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Bisa Dinikmati di Trebel

Namun, Syarief optimistis bahwa Laksamana Yudo dapat mengatasi tantangan tersebut dengan baik. "Panglima TNI harus mampu mengatasi berbagai masalah seperti kasus pencurian ikan, pelanggaran wilayah ZEE, penyelundupan barang-barang ilegal, dan pelanggaran-pelanggaran lain. Saya yakin Laksamana Yudo margono yang memiliki pengalaman mumpuni di Angkatan Laut dapat menghadapi tantangan ini dengan baik," ujarnya.

Politikus senior Partai Demokrat ini menambahkan, dinamika politik dan persiapan jelang Pemilu 2024 juga menjadi tantangan yang harus dihadapi Panglima TNI. "Panglima TNI yang baru juga akan berhadapan dengan dinamika politik jelang Pemilu 2024 yang memerlukan perhatian dalam memastikan proses Pemilu berjalan aman dan sukses. Serta, Panglima TNI harus memastikan institusi TNI tetap profesional, independen, dan tidak terjebak dalam praktik politik praktis," ungkap Syarief.

Selain itu, Syarief menjelaskan, Panglima TNI juga menghadapi tantangan resesi ekonomi dunia. Panglima TNI juga harus melihat bahwa resesi ekonomi global ini adalah tantangan non-militer yang mesti dihadapi bersama-sama.

"TNI harus harus berperan dengan turut membantu masyarakat menghadapi kesulitan-kesulitan melalui seluruh suprastruktur yang dimiliki oleh TNI, seperti Babinsa dan lain-lain," tegasnya.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga menambahkan perihal kesejahteraan dan konsolidasi prajurit TNI. "Panglima TNI harus memastikan bahwa para prajurit TNI mendapatkan kesejahteraan hidup dan semakin disiplin dalam menghadapi berbagai tantangan. Panglima TNI juga harus memastikan hadirnya konsolidasi yang baik di seluruh matra TNI sehingga TNI menjadi semakin kuat dan solid," pungkasnya.
(rca)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
17.000 Prajurit AS dan...
17.000 Prajurit AS dan Filipina Gelar Latihan Perang Terbesar, China Marah Besar!
AS dan Sekutu Latihan...
AS dan Sekutu Latihan Perang di Laut China Selatan, Libatkan 17.000 Tentara