JAKARTA -
Holding BUMN ini merupakan istilah dari "induk perusahaan BUMN" yang menaungi atau memiliki sebagian besar saham anak perusahaan. Tujuannya agar kinerja
perusahaan pelat merah ini semakin optimal serta terciptanya
iklim usaha yang lebih kondusif.
Dikutip dari kemenkeu.go.id, Holding BUMN Sektoral dibutuhkan dalam rangka rightsizing BUMN yang dilakukan dengan pendekatan sinergi secara sektoral dan terintegrasi.
Baca juga :
Holding BUMN Perkuat Ekosistem Usaha Masyarakat Erick Thohir yang telah menjabat sebagai Menteri BUMN sejak 2019 lalu, sampai saat ini diketahui telah membentuk 8 holding BUMN, berikut daftarnya :
1. Holding Asuransi PenjaminanInduk Holding :
- PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero)
Anggota :
- PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo)
- PT Asuransi Keuangan Jasa Raharja
- PT Asuransi Jasa Indonesia
- PT Jaminan Kredit Indonesia
- PT Asuransi Jiwa IFG
- PT Bahana Sekuritas
- PT Bahana TCW Investment Management
- PT Bahana Artha Ventura
- PT Bahana Kapital Investa
- PT Grahaniaga Tatautama
2. Holding FarmasiInduk Holding :
- PT Bio Farma
Anggota :
- PT Kimia Farma
- PT Indofarma
3. Holding Utra MikroInduk Holding :
- PT Bank Rakyat Indonesia
Anggota :
- PT Pegadaian
- PT Permodalan Nasional Madani
Baca juga :
Holding BUMN Mampu Kembangkan Bisnis UMKM 4. Holding PariwisataInduk Holding :
- PT Aviasi Pariwisata Indonesia
Anggota :
- PT Angkasa Pura I
- PT Angkasa Pura II
- PT Hotel Indonesia Natour
- PT TAman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko
- PT Sarinah
5. Holding Jasa SurveiInduk Holding :
- PT Biro Klasifikasi Indonesia
Anggota :
- PT Surveyor Indonesia
- PT Superintending Company of Indonesia
6. Holding PanganInduk Holding :
- PT Rajawali Nusantara Indonesia
Anggota :
- PT Perusahaan Perdagangan Indonesia
- PT Sang Hyang Seri
- PT Perikanan Indonesia
- PT Berdikari
- PT Garam
7. Holding PertahananInduk Holding :
- PT Len Industri
Anggota :
- PT Dirgantara Indonesia
- PT PAL Indonesia
- PT Pindad
- PT Dahana
8. Holding DanareksaInduk Holding :
- PT Danareksa
Anggota :
- PT Nindya Karya
- PT Kliring Berjangka Indonesia
- PT Kawasan Industri Medan
- PT Kawasan Industri Wijayakusuma
- PT Kawasan Industri Makassar
- PT Kawasan Berikat Nusantara
- PT Balai Pustaka
- PT Perusahaan Pengelola Aset
- PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung
- PT Surabaya Industrial Estate Rungkut
(bim)