KAMPAR -
Polda Riau menahan Brigadir WF, pelaku penikaman terhadap anggota Provost, Aiptu Ruslan hingga tewas. Brigadir WF ditahan setelah sempat kabur usai melakukan
penikaman. Kasus polisi tikam polisi hingga tewas ini terjadi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau di daerah Tambang Kabupaten Kampar, Riau.
Baca juga: Anggota Polisi Tewas Ditikam Rekan Kerjanya di SPN Polda Riau Brigadir WF yang diburu personel Polda Riau akhirnya menyerahkan diri. Dia selanjutnya ditahan untuk menjalani proses hukum.
Berikut fakta-fakta kasus penikaman yang menggegerkan ini:1. Pada Selasa 20 Desember 2022 malam terjadi keributan antara korban dan tersangka di areal SPN Polda Riau di wilayah Tambang Kabupaten Kampar, Riau.
2. Keributan dipicu saat Aiptu Ruslan yang merupakan anggota Provost itu melihat Brigadir WF di pos jaga. Padahal seharusnya Brigadir WF itu ikuti apel.
Baca juga: Polisi Tikam Polisi hingga Tewas, Brigadir WF Ditahan di Polda Riau
3. Aiptu Ruslan selaku personel Provost pun meminta agar Brigadir WF untuk mengikuti apel. Namun hal ditolak Brigadir RF hingga berujung pertikaian.
4. Selanjutnya terjadilah keributan yang berujung penikaman oleh Brigadir WF. Tikaman pisau membuat Aiptu Ruslan mengalami luka tusuk di dada dan bagian ketiak. Sempat dirawat namun korban dinyatakan meninggal dunia.
5. Brigadir WF melarikan diri usai menikam Aiptu Ruslan. Namun akhirnya Brigadir WF menyerahkan diri diantar oleh keluarganya ke Polda Riau. Kini pelaku ditahan di Polda Riau.
(shf)