KUBU RAYA - Gelombang tinggi dan angin kencang menghantam kawasan
ekowisata mangrove Teluk Berdiri di Kalimantan Barat (Kalbar) pada Jumat (23/12/2022). Akibatnya, sejumlah fasilitas di kawasan itu rusak.
Ketua Pengelola Ekowisata Mangrove Teluk Berdiri, Rudi Hartono mengatakan, akibat peristiwa itu kerugian mencapai ratusan juta rupiah. "Cukup banyak yang rusak, seperti jembatan atau jalan track
mangrove hancur kurang lebih 30 meter," kata Rudi Hartono, Minggu (25/12/2022).
Kerusakan lain yakni dinding gazebo patah, lantai jalan tanggal dan miring. Bahkan satu pondok wisata dalam keadaan miring usai dihantam ombak.
"Kami hanya bisa berupaya semampu kami dengan cara gotong royong, dan memperbaiki yang bisa kami perbaiki," kata Rudi.
Baca juga: Peringati Hari Mangrove Sedunia, SSB Luncurkan Program 'Saya Sayang Bumi' Rudi berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kerusakan. Sebab, dibutuhkan biaya yang tak sedikit untuk memperbaiki kerusakan itu.
"Seperti pondok yang miring dan track yang rusak itu perlu biaya yang cukup besar. Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatiannya berupa bantuan," ujarnya.
(don)