TANJUNGPINANG - Aksi
penipuan dilakukan orang tidak bertanggung jawab, dengan mencatut nama serta foto Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad. Pelaku
penipuan, menggunakan nama dan foto gubernur dalam akun aplikasi pesan singkat WhatsApp (WA).
Baca juga: Polda Metro Jaya Bekuk Penipu 242 Calon Jamaah Umrah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kepulauan Riau (Diskominfo Kepri), Hasan mengimbau warga untuk lebih waspada dengan aksi
penipuan yang mencatut nama dan foto gubernur tersebut. Dia memastikan, akun WA tersebut memang palsu dan digunakan untuk
penipuan. "Oknum itu menjalankan modus
penipuan dengan nomor kontak WA +62 812-1335-4537. Foto profilnya menggunakan gambar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad berkemeja hijau dan sedang memberikan sambutan," kata Hasan.
Baca juga: Kisah Panembahan Senopati, Bikin Siasat Gelar Pesta Miras untuk Taklukkan Pejabat Pajang Hasan memastikan bahwa Gubernur Ansar tidak pernah menggunakan nomor kontak WA tersebut. Ia menduga, pencatutan nama dan foto gubernur itu adalah salah satu modus
penipuan yang dilakukan oknum tertentu untuk tujuan tidak baik.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada semua pihak untuk tidak melayani seluruh permintaan pelaku
penipuan tersebut. "Harap masyarakat waspada
penipuan yang mengatasnamakan Gubernur Ansar Ahmad di WA. Jangan dilayani permintaan apapun, karena itu bukan kontak beliau," ujar Hasan.
Baca juga: Memilukan! Ibu Muda Tewas Tertimpa Tiang Listrik saat Menuju ke Tempat Wisata Hasan mengaku baru mengetahui modus
penipuan itu, setelah beberapa orang menyampaikan ada nomor WA menggunakan foto dan nama Gubernur Ansar Ahmad. "Sekali lagi saya sampaikan jangan layani, itu bukan Pak Ansar, tapi modus penipuan," tegasnya.
Lebih lanjut Hasan mengutarakan jika profil kepala daerah memang telah banyak dipakai oleh
penipu di dunia maya, untuk melancarkan aksinya. Untuk itu masyarakat diharapkan tidak mudah percaya jika ada yang menghubungi atas nama pejabat daerah. "Saya pastikan Pak Gubernur tidak pernah meminta apapun. Jadi, jangan sampai ada tambahan korban
penipuan berikutnya," pungkasnya.
(eyt)