JEMBER - Wanita berinisial Al, yang berstatus sebagai istri pengasuh pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, melaporkan suaminya sendiri ke polisi. Laporan ke Polres Jember tersebut, terkait dugaan
pencabulan terhadap santriwati.
Baca juga: Mas Bechi Divonis 7 Tahun Penjara, Terbukti Cabuli Santri Al melaporkan suaminya sendiri ke Polres Jember, setelah geram mendengarkan pengakuan langsung dari santriwati yang diduga menjadi korban
pencabulan. Dugaan
pencabulan itu dilakukan di sebuah ruangan di lingkungan ponpes, yang digunakan untuk studio.
Dihadapan polisi Al juga mengaku hubungannya dengan suaminya, berinisial MF sudah sejak lama kurang harmonis. Dia juga menyebut, mendapati rekaman suara mesra seorang wanita, dan pintu yang didobrak. Diduga pintu yang didobrak tersebut, merupakan pintu kamar pribadi MF.
Baca juga: Kisah Kedahsyatan Siasat Panembahan Senopati Hancurkan Pasukan Pajang Tanpa Perang Selain adanya dugaan
pencabulan terhadap santriwati, Al menyebut, suaminya juga memiliki hubungan khusus dengan seorang wanita pengasuh di ponpes tersebut. Bahkan, Al mengungkap wanita pengasuh di ponpes tersebut sempat cemburu dan marah ketika MF memiliki hubungan khusus dengan santriwati.
Mendapatkan laporan dari Al terkait dugaan
pencabulan, penyidik Satreskrim Polres Jember, langsung mendatangi ponpes tersebut untuk melakukan penyelidikan, dengan meminta keterangan saksi dan MF selaku terlapor, serta melakukan olah TKP.
Baca juga: Pudakpayung Semarang Diterjang Longsor, 1 Warga Tewas Tertimbun MF sendiri membantah tuduhan melakukan
pencabulan terhadap santriwati, seperti yang dilaporkan istrinya. Menurutnya, yang terjadi sebenarnya adalah mengevaluasi santriwati tersebut, karena ada kekurangan dalam pendidikan yang dijalani.
Kasatreskrim Polres Jember, AKP Dika Hardiyan Wiratama membenarkan adanya laporan polisi, terkait dugaan
pencabulan santriwati yang dilakukan oknum pengasuh ponpes tersebut. "Kami masih meminta keterangan pengasuh ponpes, serta melakukan olah TKP, terkait laporan dugaan
pencabulan santriwati tersebut," tegasnya.
(eyt)