SUKABUMI -
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,6 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jabar, berada di tiga zona aktif
gempa swarm Jabar. Bahkan, selama periode 1 November 2023-9 Desember 2023, terus terjadi
gempa bumi di tiga zona aktif ini.
Baca juga: Penampakan Kerusakan Akibat Gempa Bumi M4,6 Sukabumi Kepala Pusat
Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam unggahannya di akun X @DaryonoBMKG, menyebutkan, gempa bumi dangkal yang terjadi pada pukul 06.35 WIB, Kamis (14/12/2023), dipicu oleh adanya aktivitas sesar aktif.
Daryono juga menjelaskan, dari hasil pengamatan BMKG ada tiga zona aktif
gempa di Jabar, yang terjadi sejak 1 November 2023.
Gempa bumi di tiga zona tersebut, berulang kali terjadi hingga 9 Desember 2023.
Baca juga: Pria Sidoarjo Siram Mantan Istri yang Dibonceng Kekasih Baru Pakai Air Keras "Berdasarkan monitoring BMKG, tampak ada 3 zona aktif gempa di Jawa Barat sejak 1 Nov. 2023 - 9 Des. 2023: (1) Zona aktivitas gempa swarm di Kec. Pamijahan, Leuwiliang & Nanggung Kab. Bogor (2) Zona Cianjur (3) Zona Sesar Garut Selatan (Garsela) yg memicu Gempa di Garut-Bandung," demikian keterangan unggahan Daryono, melalui akun X @DaryonoBMKG.
Dalam grafis yang diunggah Daryono, disebutkan zona aktivitas
gempa swarm di Kecamatan Pamijahan, Leuwiliang, dan Nanggung, Kabupaten Bogor, sepanjang periode 1 November-9 Desember 2023, telah terjadi sebanyak 32
gempa bumi dengan kekuatan terkecil M1,8 dan terbesar M4,0. Ada tiga
gempa dirasakan dengan M3,0-4,0 yang menyebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan.
Baca juga: Temuan 5 Mayat Diselidiki Polisi, Ini Penjelasan Unpri Medan Sementara di zona Cianjur, atau juga disebut Sesar Cugenang, sepanjang periode 1 November-9 Desember 2023, terjadi sebanyak 12 kali gempa. Di mana enam kali
gempa yang terjadi, memiliki kekuatan M2,0-M2,9. Pada periode yang sama, zona sesar Garut Selatan (Garsela) tercatat ada delapan kali
gempa di Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bandung, dengan kekuatan M2,1-M2,7.
(eyt)