floating-Jadi Kandidat Anggota...
Jadi Kandidat Anggota OECD, Indonesia Target Pertumbuhan Ekonomi 6-7%
Jadi Kandidat Anggota...
Jadi Kandidat Anggota OECD, Indonesia Target Pertumbuhan Ekonomi 6-7%
Rabu, 28 Februari 2024 - 21:20 WIB
JAKARTA - Indonesia resmi menjadi kandidat anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economic Co-operation and Development ( OECD ). Saat ini, Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara atau ASEAN yang diundang untuk membuka diskusi aksesi OECD dan negara dengan perekonomian terbesar di kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Baca Juga: Perbandingan OECD dan BRICS dari Latar Belakang hingga Negara Anggota

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia bertekad untuk memperdalam integrasi dan membuka jalur transformatif menuju pertumbuhan dan ketahanan bagi semua orang.

“Malam ini, sambutan saya akan fokus pada masa depan kawasan ini, Indonesia, dan perjalanan kita untuk menjadi anggota OECD,” ujar Menko Airlangga dalam paparannya, The Langham Jakarta Selatan, Rabu (28/2/2024).

Baca Juga: Ngebet Gabung OECD, Menteri Suharso Ungkap Keuntungannya Bagi Indonesia

Tak hanya itu, Airlangga juga memaparkan target pemerintah terhadap pertumbuhan makro ekonomi nasional di level 6-7% dalam dalam 20 tahun ke depan. Menurutnya, Indonesia bisa keluar dari perangkap pendapatan menengah dan berkembang menjadi negara berpendapatan tinggi.

“Perekonomian Indonesia perlu tumbuh minimal 6 persen hingga 7 persen dalam 20 tahun ke depan untuk keluar dari perangkap pendapatan menengah dan berkembang menjadi negara berpendapatan tinggi,” paparnya.

Dalam jangka menengah, lanjut dia pemerintah fokus pada peningkatan produktivitas dan daya saing di kancah internasional. Tujuannya untuk merevitalisasi pertumbuhan ekonomi agar Indonesia memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih tinggi.

Indonesia juga mempersiapkan pemerintahan yang akan datang untuk mengembangkan rencana pembangunan jangka menengah atau periode 2025-2029. Selain itu, menyelesaikan rencana pembangunan jangka panjang nasional selama 2025-2045.

“Kami memiliki peluang unik untuk memperkuat kebijakan dan perencanaan nasional guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan di 17.000 pulau kami dan memastikan tidak ada satupun yang tertinggal,” beber dia.

Airlangga memastikan Indonesia berkomitmen kuat untuk memperdalam integrasi, lantaran konektivitas merupakan hal mendasar bagi stabilitas dan kemakmuran internasional serta memenuhi aspirasi warga negara yang semakin meningkat.

“Anggota OECD mengakui peran kami sebagai pemain global yang berkembang dan signifikan,” ucapnya.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi...
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi Besok 1 Juni 2026! Terbagi 2 Fase, Eksportir Wajib Lapor DSI
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rakortas Stimulus Kuartal...
Rakortas Stimulus Kuartal II 2026: Berikut Paket Insentif Fiskal, hingga Biaya Transportasi