floating-123 Perusahaan Antre...
123 Perusahaan Antre IPO, Total Dana Diperkirakan Tembus Rp59,68 Triliun
123 Perusahaan Antre...
123 Perusahaan Antre IPO, Total Dana Diperkirakan Tembus Rp59,68 Triliun
Selasa, 02 April 2024 - 14:24 WIB
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) melaporkan sebanyak 123 perusahaan masuk dalam pipeline penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) . Jumlah ini mencakup seluruh instrumen investasi mulai dari efek bersifat ekuitas atau saham hingga surat utang atau obligasi dan/atau sukuk.

Baca Juga: 24 Perusahaan Antre IPO di Awal 2024, BEI: Belum Ada BUMN

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon dan Anggota Dewan Komisioner OJK, Inarno Djajadi memperkirakan, nilai indikatif penghimpunan dana mencapai Rp59,68 triliun.

“Antusiasme penghimpunan dana di pasar modal juga masih terlihat. Masih terdapat 123 pipeline penawaran umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp59,68 triliun,” kata Inarno dalam Konferensi Pers, Selasa (2/4/2024).

Baca Juga: Emiten Baru Wajib Lapor Riset Perusahaan, Begini Isi Aturan BEI

Adapun hingga 28 Maret 2024, terdapat 15 emiten yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Nilai penghimpunan dana mencapai Rp48 triliun.

Inarno juga mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona hijau sebesar 0,22% per 28 Maret 2024. Adapun kapitalisasi pasar saham juga tumbuh 0,15% mencapai Rp11.692 triliun.

Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi pasar saham juga tercatat Rp10,98 triliun year to date.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Bakal Listing di Hong...
Bakal Listing di Hong Kong, MNC Animation Go Global Bidik 8 Juta Penduduk Dunia