floating-Menteri Agama Respons...
Menteri Agama Respons Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah: Sama-sama Valid
Menteri Agama Respons...
Menteri Agama Respons Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah: Sama-sama Valid
Kamis, 26 Juni 2025 - 12:33 WIB
SUMEDANG - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menanggapi peluncuran Kalender Hijriah Global Tunggal yang baru saja diumumkan oleh Muhammadiyah. Ia menyatakan meski menggunakan pendekatan yang berbeda, metode yang digunakan Muhammadiyah maupun pemerintah sejatinya bermuara pada tujuan yang sama.

“Sebetulnya tidak berbeda. Satu menggunakan metode hisab. Satu menggunakan metode ruqyah (rukyatul hilal). Jadi dua-duanya sebetulnya akan ketemu,” ujar Nasaruddin saat ditemui di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jabar, Kamis (26/6/2025).

Baca juga: Kalender Hijriah Global: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah menjadikan hisab sebagai informasi dan ruqyah sebagai konfirmasi. Sementara ormas lain cenderung menjadikan ruqyah sebagai informasi utama yang dikonfirmasi melalui hisab.

“Konfirmasi dan informasi, dua-duanya sebetulnya bermuara pada satu tujuan yang sama. Validitasnya juga akan datang. Dengan semakin canggihnya teknologi saat ini, kita tidak akan terus berbeda,” kata dia.

Menurut Nasaruddin, bukti dari semakin harmonisnya metode penentuan awal Ramadhan dan Lebaran tampak dari keseragaman penetapan dua hari besar tersebut pada tahun ini.

“Kalau pakai metode yang lama, bisa jadi kemarin kita tidak satu dalam Lebaran, tidak satu dalam Ramadhan. Sekarang kan menyatu Lebaran, menyatu satu Ramadhannya. Menyatu di ibadahnya kan,” ungkap Nasaruddin.

Baca juga: Cara Download Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah

Ia menilai kesamaan itu lahir dari kecerdasan kolektif dalam mengelola perbedaan metode, yang menghasilkan keputusan bersama yang solid.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi meluncurkan Kalender Hijriah Global Tunggal pada Rabu (25/6/2025).

Kalender ini didasarkan pada kriteria wujudul hilal global dan diharapkan dapat menjadi acuan umat Islam sedunia dalam menetapkan awal bulan hijriah, termasuk Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Syamsul Anwar, menyebut bahwa kalender ini lahir dari proses panjang kajian akademik dan pertimbangan kemaslahatan umat secara global.

Muhammadiyah juga menyatakan siap untuk berdialog dengan berbagai pihak guna menyinergikan penggunaan kalender tersebut ke depan.
(shf)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral