JAKARTA -
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menerbitkan
surat utang berdenominasi
renminbi atau dim sum bond pada kuartal IV-2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk melakukan diversifikasi sumber pembiayaan melalui berbagai instrumen obligasi internasional.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto menjelaskan bahwa penerbitan dim sum bond masih dalam tahap persiapan dan akan disesuaikan dengan ketentuan pasar modal yang berlaku.
"Dim sum bond kita masih consider di kuartal IV. Memang sekarang sudah masuk kuartal IV sih, tapi saya di constraint protokol di pasar modal, saya nggak boleh ngomong terbitkan dim sum bond tanggal sekian, 20 Oktober misalnya. Makanya kenapa kami sampaikan normatif karena secara aturan pasar modal nggak boleh," kata Suminto dalam Media Gathering di kawasan Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10).
Baca Juga: Bocor 46 Nama Konglomerat Pembeli Patriot Bond Keluaran BPI Danantara, Asli? Suminto menambahkan, meski rencana penerbitan sudah dijadwalkan pada akhir tahun ini, besaran nominalnya akan disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan kas negara.
"Kalau di pasar global kita nggak boleh umumkan secara spesifik, tapi kami masih dalam konteks strategi issuance kita di kuartal IV," tutur Suminto.
Sebelumnya, pemerintah telah lebih dulu menerbitkan surat utang global berdenominasi dolar Australia atau Kangaroo Bond pada 7 Agustus 2025 melalui program Australian Medium-Term Notes (AMTN).
Penerbitan perdana tersebut mendapat sambutan positif dari investor global, termasuk investor yang berbasis di Australia, dengan total pesanan mencapai sekitar AUD 8 miliar.
Baca Juga: Pemerintah Lelang Surat Utang Negara Hari Ini, Target Serok Dana Rp27 Triliun Tingginya minat investor membuat pemerintah dapat menetapkan tingkat imbal hasil (yield) yang lebih kompetitif dibandingkan penawaran awal, dengan penurunan sebesar 25 basis poin (bps) untuk tenor 5 tahun dan 30 bps untuk tenor 10 tahun.
Final reoffer spread masing-masing ditetapkan pada level SQ ASW +90 bps dan SQ ASW +135 bps, sehingga menghasilkan yield sebesar 4,427% untuk tenor 5 tahun dan 5,380% untuk tenor 10 tahun.
(akr)